Rusia Peringatkan Korea Selatan Jangan Ikut-ikutan NATO Kirim Senjata ke Ukraina

Minggu, 22 Februari 2026 - 10:56 WIB
loading...
Rusia Peringatkan Korea...
Rusia peringatkan Korea Selatan agar tidak berpartisipasi dalam skema NATO mengirim senjata ke Ukraina. Foto/Army Inform
A A A
MOSKOW - Pemerintah Rusia memperingatkan Korea Selatan untuk tidak berpartisipasi dalam skema NATO untuk mendanai pembelian senjata bagi Ukraina. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan keikutsertaan Seoul dalam skema tersebut akan sangat merusak hubungan dengan Moskow.

Peringatan itu disampaikan setelah media Korea Selatan melaporkan bahwa Seoul sedang mempertimbangkan partisipasi tersebut.

Skema NATO tersebut, yang dikenal sebagai Daftar Persyaratan Prioritas Ukraina (PURL), diluncurkan Agustus lalu dan melibatkan anggota NATO Eropa membeli senjata buatan Amerika Serikat (AS) untuk Kyiv.

Baca Juga: Bos NATO Ledek Rusia Siput yang Lambat, Moskow Ejek Balik Sekutu

Pada bulan Januari, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengeluh bahwa negara-negara Eropa pendukung Kyiv terlalu lambat untuk berkomitmen mendanai inisiatif tersebut, meskipun angka yang diungkapkan secara publik menunjukkan bahwa USD4,3 miliar telah dialokasikan untuk rencana tersebut pada bulan Desember.

“Pemerintah terus berkonsultasi dengan [NATO] mengenai berbagai langkah untuk mendukung Ukraina,” kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Korea Selatan kepada kantor berita Yonhap pada hari Jumat lalu. Laporan lain dari The Korea Times menyebutkan bahwa NATO sendiri yang meminta Seoul untuk bergabung dengan PURL.

Zakharova mengatakan laporan-laporan tersebut mengejutkan Moskow. "Kemungkinan partisipasi Korea Selatan dalam pengiriman semacam itu dalam bentuk apa pun—langsung atau tidak langsung—hanya akan menunda penyelesaian konflik," katanya, seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (22/2/2026).

"Hal itu pasti akan menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada hubungan antara Rusia dan Republik Korea," lanjut Zakharova, menambahkan bahwa Moskow harus mengambil tindakan balasan, termasuk opsi asimetris.

Rusia telah berulang kali mengecam pengiriman senjata Barat ke Ukraina, dengan mengatakan bahwa hal itu hanya memperpanjang konflik dan memperluas penderitaan manusia tanpa mengubah hasilnya.

Korea Selatan telah menjadi salah satu penerima manfaat utama dari peningkatan militer global. Produsen senjata terbesar di negara itu, Hanwha Group, mencatatkan peningkatan pendapatan senjata sebesar 42% pada tahun 2024, dengan lebih dari setengahnya berasal dari ekspor, termasuk ke negara-negara NATO, menurut laporan Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) pada Desember 2025.

Kyiv, yang terus-menerus menuntut lebih banyak bantuan militer dari para pendukungnya, baru-baru ini mengumumkan rencana untuk mengekspor senjata. Awal pekan ini, seorang pejabat senior Ukraina mengatakan kepada Reuters bahwa pemerintah memperkirakan pendapatan dari penjualan senjata akan mencapai "beberapa miliar dolar" hanya dalam tahun ini saja.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Putin: Barat Coba Kacaukan...
Putin: Barat Coba Kacaukan Rusia karena Tak Mampu Mengalahkannya di Medan Perang
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
Presiden Korea Selatan...
Presiden Korea Selatan Bingung Taegeuk Warriors Tersingkir di Piala Dunia 2026
Korban Tewas Gempa Dahsyat...
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Mencapai 920 Orang, Pencarian Korban Masih Berlangsung
Viral! Pesawat Boeing...
Viral! Pesawat Boeing 777-200 Qatar Airways Terbang Sangat Rendah, ternyata...
Rekomendasi
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
Sistem Perang Elektronik...
Sistem Perang Elektronik Rusia Bikin Senjata NATO Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved