Iran Klaim Peningkatan Jumlah Militer AS Tak Perlu dan Tidak Membantu

Sabtu, 21 Februari 2026 - 17:25 WIB
loading...
A A A
AS dan Iran telah mengadakan dua putaran pembicaraan selama sebulan terakhir, dan para pejabat dari kedua negara menggambarkan negosiasi tersebut sebagai positif.

Namun demikian, pemerintahan Trump terus mengumpulkan aset militer di sekitar Iran.

Beberapa situs web pelacakan kapal melaporkan pada hari Jumat bahwa USS Gerald R Ford, kapal induk terbesar di dunia, memasuki Laut Mediterania melalui Selat Gibraltar dalam perjalanan menuju wilayah Teluk.

Pada hari Kamis, presiden AS mengatakan Teheran memiliki waktu 10 hari untuk mencapai kesepakatan dengan Washington. Ia kemudian memperpanjang tenggat waktu hingga 15 hari. Pekan lalu, ia mengatakan kesepakatan harus diselesaikan dalam sebulan ke depan.

Trump juga secara teratur mengeluarkan ancaman kepada Iran, termasuk memperingatkan tentang konsekuensi "sangat berat" dan "traumatis" bagi negara tersebut.

AS bergabung dengan serangan Israel terhadap Iran pada Juni tahun lalu dan membom tiga fasilitas nuklir utama negara itu.

Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa serangan tersebut "menghancurkan" program nuklir Iran.

Ketegangan antara Washington dan Teheran kembali meningkat akhir tahun lalu, ketika Trump mengancam akan memperbarui serangan terhadap Iran jika negara itu membangun kembali program nuklir atau persenjataan rudalnya.

AS memperbarui ancaman aksi militer saat Iran dan Rusia mengumumkan latihan angkatan laut

Baca Juga: 3 Cara AS Membunuh Khamenei, dari Rudal Jarak Jauh hingga Mengandalkan Intelijen Israel

Status program nuklir Iran belum dikonfirmasi oleh pengawas internasional, dan keberadaan uranium yang sangat diperkaya negara itu tetap tidak diketahui publik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Jadi PM Baru, Andy Burnham...
Jadi PM Baru, Andy Burnham Izinkan AS Gunakan Pangkalan Inggris untuk Serang Iran
Israel Gerah AS dan...
Israel Gerah AS dan Arab Saudi Teken Perjanjian Nuklir
Rekomendasi
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
Video Baru Bongkar Insiden...
Video Baru Bongkar Insiden Final Piala Dunia 2026, Lisandro Martinez Diduga Pukul Gavi
90 AKBP Dapat Promosi...
90 AKBP Dapat Promosi Jabatan Jadi Kombes Pol pada Mutasi Juni 2026, Ini Namanya
Berita Terkini
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved