Iran Klaim Peningkatan Jumlah Militer AS Tak Perlu dan Tidak Membantu

Sabtu, 21 Februari 2026 - 17:25 WIB
loading...
A A A
Teheran bersikeras pada haknya untuk memperkaya uranium, yang menurutnya tidak melanggar komitmennya berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT).

Namun Trump dan para pembantu utamanya sebelumnya mengatakan bahwa mereka ingin Iran sepenuhnya membongkar program nuklirnya.

Pengayaan adalah proses mengisolasi dan memperoleh varian isotop uranium langka yang dapat menghasilkan fisi nuklir.

Pada tingkat rendah, uranium yang diperkaya dapat digunakan untuk pembangkit listrik. Jika diperkaya hingga sekitar 90 persen, anium dapat digunakan untuk senjata nuklir.

Iran, yang membantah berupaya membuat bom nuklir, mengatakan siap untuk menerapkan pengawasan ketat dan batasan pada operasi pengayaan uraniumnya, tetapi tidak akan sepenuhnya menghentikan program tersebut.

Pada hari Jumat, Araghchi mengatakan, “Pihak AS belum meminta pengayaan nol,” yang tampaknya bertentangan dengan sikap publik pemerintahan Trump.

Menteri Luar Negeri Iran mengatakan langkah selanjutnya dalam pembicaraan adalah Iran akan menyerahkan proposal tertulis untuk kesepakatan kepada para negosiator AS, yang dipimpin oleh utusan Trump, Steve Witkoff, kemudian kedua pihak dapat menyelesaikan teks perjanjian tersebut.

“Kami menyepakati serangkaian prinsip panduan untuk negosiasi kami dan bagaimana kesepakatan itu dapat terlihat,” kata Araghchi.

“Dan kemudian kami diminta untuk menyiapkan draf kesepakatan yang mungkin. Jadi, pada pertemuan berikutnya, kami dapat membahas draf tersebut dan mulai bernegosiasi tentang bahasanya dan mudah-mudahan, mencapai kesimpulan.”
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Iran Serang Fasilitas...
Iran Serang Fasilitas CIA di Arab Saudi dan Irak, AS Curiga Rusia Terlibat
Rekomendasi
Baca Selawat Nabi 1000...
Baca Selawat Nabi 1000 Kali di Hari Jumat, Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
Polisi Bakal Panggil...
Polisi Bakal Panggil Pengemudi Alphard dan Satpam yang Terlibat Cekcok di Bundaran HI
Penjualan Turun 60%,...
Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
Berita Terkini
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved