Makin Mudah, FBI Kurangi Syarat untuk Rekrut Agen Khusus

Sabtu, 21 Februari 2026 - 09:15 WIB
loading...
Makin Mudah, FBI Kurangi...
Iklan perekrutan agen khusus FBI. Foto/youtube
A A A
WASHINGTON - FBI berencana mempermudah karyawan yang sudah ada untuk menjadi agen khusus dengan menghilangkan dua langkah penyaringan yang sudah lama berlaku. Kabar itu dilaporkan Reuters pada hari Kamis, mengutip berbagai sumber.

Perubahan ini terjadi ketika Direktur Kash Patel berupaya membentuk kembali biro tersebut di tengah kekurangan agen.

Menurut laporan tersebut, Patel diperkirakan akan menghapus persyaratan bagi staf yang sudah bekerja di lembaga tersebut untuk mengikuti wawancara panel dan menyelesaikan penilaian tertulis.

Sebagai gantinya, kandidat internal yang lulus ujian tertulis melalui portal daring akan langsung melanjutkan ke Akademi FBI di Quantico, Virginia untuk pelatihan.

Wawancara panel, yang dilakukan oleh tiga agen terlatih, secara tradisional menyaring kandidat berdasarkan pengalaman hidup, kemampuan berbicara di depan umum, dan pemikiran kritis – langkah-langkah yang menurut para kritikus kini dihilangkan.

Mantan Agen Khusus Pengawas Jeff Crocker, yang telah menyaring pelamar selama lebih dari 20 tahun, mengatakan kepada Reuters bahwa langkah tersebut akan menurunkan standar.

“Konsekuensi dari mengizinkan individu-individu yang tidak memiliki resume yang mengesankan dan diperlukan untuk menjadi agen FBI hanya dengan lulus ujian berbasis web akan sangat besar dan merugikan generasi mendatang bagi republik,” kata Crocker.

Seorang juru bicara FBI membantah bahwa biro tersebut "menurunkan standar atau menghapus kualifikasi," dengan menyatakan perubahan tersebut "menyederhanakan proses untuk menghilangkan langkah-langkah birokrasi yang berulang."

Kandidat internal masih harus mendapatkan rekomendasi dari pemimpin divisi dan lulus program pelatihan Quantico.

Perubahan yang dilaporkan ini terjadi ketika Patel berupaya membentuk kembali FBI, menyebut agen sebagai "polisi" dan mengarahkan biro tersebut lebih ke arah kejahatan kekerasan dan penegakan hukum imigrasi.

Pergeseran ini telah menarik agen dari investigasi keamanan nasional dan penipuan yang kompleks untuk membantu patroli jalanan di Washington dan mendukung penggerebekan Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) di tengah penindakan terhadap imigran ilegal di seluruh negeri.

Namun, operasi tersebut telah memicu kontroversi, terutama setelah dua warga negara AS ditembak mati oleh agen federal selama tindakan penegakan hukum di Minneapolis bulan lalu.

Para kritikus berpendapat agen-agen tersebut dipaksa masuk ke situasi berisiko tinggi tanpa persiapan yang memadai, merujuk pada pelatihan ICE sendiri yang telah dikurangi, yang baru-baru ini dipangkas dari lima bulan menjadi 42 hari di tengah lonjakan perekrutan.

Baca juga: Trump Umumkan Tarif Global Baru setelah Kalah di Mahkamah Agung AS
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Acuhkan Trump, Iran...
Acuhkan Trump, Iran Tak Kirim Delegasi ke Qatar untuk Berunding
Rekomendasi
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Berjasa Besar bagi Bahasa...
Berjasa Besar bagi Bahasa dan Budaya, Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
Perkuat Ekonomi Rakyat,...
Perkuat Ekonomi Rakyat, BSI Apresiasi Penempatan SAL untuk Pembiayaan Produktif
Berita Terkini
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved