Jerman Akan Beli Lebih Banyak Jet Tempur Siluman F-35 AS, Pukulan bagi Otonomi Pertahanan Uni Eropa

Jum'at, 20 Februari 2026 - 14:15 WIB
loading...
Jerman Akan Beli Lebih...
Jerman mempertimbangkan untuk membeli lebih banyak jet tempur siluman F-35 dari Amerika Serikat. Foto/The Aviation Geek Club
A A A
BERLIN - Jerman sedang mempertimbangkan untuk membeli lebih banyak jet tempur siluman F-35 dari Amerika Serikat (AS). Langkah ini akan memperdalam ketergantungan Berlin pada teknologi militer Washington karena program Jerman-Prancis untuk jet tempur generasi berikutnya goyah.

Menurut sumber yang dikutip Reuters, Jumat (20/2/2026), Jerman sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan pesanannya atas jet tempur F-35 dari Amerika. Potensi pembelian tersebut dapat melebihi 35 unit jet tambahan. Pada tahun 2022, Berlin berkomitmen untuk membeli 35 unit jet semacam itu, yang dijadwalkan akan dikirimkan akhir tahun ini.

Baca Juga: Skenario AS Serang Iran: Jet Tempur Siluman F-35 dan F-22 di Langit, Rudal Tomahawk di Laut

Potensi akuisisi jet tempur AS tambahan ini muncul di tengah tantangan bagi program Future Combat Air System (FCAS), sebuah inisiatif bersama antara Jerman dan Prancis. Proyek senilai €100 miliar ini bertujuan untuk mengembangkan sistem tempur udara generasi berikutnya untuk menggantikan pesawat tempur Rafale Prancis dan Eurofighter Jerman pada tahun 2040.

Kanselir Merz Meragukan FCAS


Kanselir Jerman Friedrich Merz, saat berbicara di podcast Machtwechsel, meragukan pengembangan jet tempur berawak seperti yang diimpi-impikan Uni Eropa; FCAS.

"Apakah kita masih membutuhkan jet tempur berawak dalam 20 tahun ke depan? Apakah kita masih membutuhkannya, mengingat kita harus mengembangkannya dengan biaya yang sangat besar?" katanya.

Prancis membutuhkan jet berkemampuan nuklir yang kompatibel dengan kapal induk. Jerman tidak. Merz berpendapat bahwa memaksakan persyaratan yang saling bertentangan ini ke dalam satu pesawat menciptakan "masalah dalam profil persyaratan" yang membuat proyek tersebut tidak layak.

Dengan jadwal operasional yang sudah bergeser ke tahun 2045 dan fase demonstrasi yang terhenti, Berlin tampaknya tidak mau menunggu dua dekade untuk sebuah pesawat di atas kertas sementara ancaman keamanan meningkat di perbatasan timurnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Iran Serang Fasilitas...
Iran Serang Fasilitas CIA di Arab Saudi dan Irak, AS Curiga Rusia Terlibat
Rekomendasi
Kuasa Hukum Richard...
Kuasa Hukum Richard Lee Sebut Surat Kuasa Pelapor Cacat Hukum
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Suguhkan Persaingan Tim Sepak Bola Paling Bergengsi di Asia Tenggara
Ingin Masuk di Pasar...
Ingin Masuk di Pasar Global? Pakar Ungkap Kunci Brand Indonesia Bisa Mendunia
Berita Terkini
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Infografis
Pesawat Pengebom Rusia...
Pesawat Pengebom Rusia Dicegat Jet Tempur Siluman F-35 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved