Skenario AS Serang Iran: Jet Tempur Siluman F-35 dan F-22 di Langit, Rudal Tomahawk di Laut

Jum'at, 20 Februari 2026 - 07:00 WIB
loading...
Skenario AS Serang Iran:...
AS kerahkan dua kelompok serang kapal induk, yang membawa jet tempur siluman F-35 dan F-22, serta kapal selam bersenjata rudal Tomahawk dalam skenario serangan terhadap Iran. Foto/Wikimedia Commons
A A A
WASHINGTON - Bersama dengan puluhan jet tempur berbagai model dan baterai pertahanan udara yang diposisikan untuk mencegat rudal dan drone Iran, Amerika Serikat (AS) dalam beberapa minggu terakhir telah mengerahkan setidaknya 10 kapal perang ke Timur Tengah. Mereka akan bergabung dengan kapal induk USS Gerald R. Ford dan enam kapal perusak tambahan.

AS secara efektif mempersiapkan kemungkinan bahwa negosiasi dengan Iran dapat gagal dan konfrontasi militer antara kedua negara dapat pecah. Jika itu terjadi, serangan tersebut dapat berupa operasi gabungan Amerika-Israel.

Baca Juga: Trump Ultimatum Iran: Buat Kesepakatan dalam 10 Hari atau AS Ambil Tindakan Militer!

Brigadir Jenderal (Purnawirawan) Yuval Eylon, seorang peneliti senior di Institute for National Security Studies (INSS) dan mantan kepala Direktorat Perencanaan Angkatan Laut Israel, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Ynet, "Amerika telah memutuskan untuk membuka semua kartu sehingga mereka dapat bertindak sesuai keinginan mereka. Tetapi pada akhirnya, ini bukan tentang berapa banyak aset yang ada di wilayah tersebut, tetapi tentang tujuan dan kemampuan gugus tugas.”

Dia mencatat bahwa selama perang dengan Irak, Amerika Serikat mengerahkan enam kapal induk dengan kelompok serangnya, menghasilkan 18.000 sorti selama lima minggu.

“Saat itu, mereka mengatakan ‘semuanya’—kita akan maju sampai akhir,” katanya. “Jika Amerika diharuskan bertindak sekarang, kampanye tersebut tidak akan berlangsung satu atau dua hari," lanjut dia.

“Pertanyaannya sekarang adalah apa yang diinginkan Amerika,” papar Eylon.

“Waktu ada di pihak mereka. Jika mereka datang hanya untuk melakukan serangan sinyal atau menyerang beberapa target kunci secara terbatas, itu adalah satu jenis peristiwa. Tetapi jika mereka menginginkan kampanye yang lebih kompleks, itu adalah hal lain. Anda perlu membangun bank target dan membawa kekuatan yang signifikan," imbuh dia, yang dilansir Ynet, Jumat (20/2/2026).

Dia menekankan bahwa Komando Pusat (CENCTOM) AS dikerahkan di seluruh wilayah tersebut. “Ada banyak kemampuan di sini selain kapal-kapal,” katanya.

“Mereka sedang membangun kerangka kerja yang memberi mereka semua alat untuk membuat keputusan dan membawa gugus tugas yang substansial. Itu memberikan daya tahan dan kemampuan yang beragam. Masalahnya bukanlah jumlah kapal, tetapi apa yang dapat mereka lakukan dan apa misi mereka.”

Kelompok Serang dan Kapal Selam AS di Lapangan


Di antara pasukan Angkatan Laut AS di wilayah tersebut adalah kapal induk USS Abraham Lincoln dan kelompok serangnya, yang mencakup kapal perusak USS Michael Murphy, USS Frank E. Petersen Jr., dan USS Spruance, yang ditempatkan di Laut Arab bagian utara.

Kapal induk USS Gerald R. Ford, yang digambarkan oleh New York Post sebagai kapal perang terbesar di dunia, dan kelompok serangannya telah mulai menuju Samudra Atlantik. Menurut laporan tersebut, kapal induk tersebut didampingi oleh armada besar pesawat tanker pengisian bahan bakar udara dan jet tempur siluman F-22 Raptor dan F-35 Lightning II.

Eylon mengatakan setiap kapal induk membawa puluhan pesawat untuk berbagai misi, termasuk operasi serangan, pengumpulan intelijen, pertempuran udara ke udara, dan peperangan maritim. USS Gerald R. Ford dapat membawa sekitar 75 pesawat dan helikopter, termasuk jet tempur siluman F-35C, F/A-18E Super Hornet untuk misi serangan multiperan, dan EA-18G Growler untuk peperangan elektronik dan pengacakan sinyal.

Sayap udara di atas USS Abraham Lincoln mencakup sembilan skuadron dengan sekitar 90 pesawat dan helikopter, termasuk jet siluman, Super Hornet, Growler, helikopter Seahawk untuk pencarian dan penyelamatan, dan pesawat Osprey untuk dukungan logistik. Menurut Eylon, meskipun ukuran kapal induk itu besar—lebih panjang dari tiga lapangan sepak bola—pada umumnya kemampuan pertahanan dirinya terbatas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump
Rekomendasi
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Tokocrypto Resmi Bergabung...
Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
Gunakan MT Gamkonora,...
Gunakan MT Gamkonora, Pertamina Patra Niaga Tambah 450 Ribu Barel Minyak
Berita Terkini
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved