Terungkap, Board of Peace Akan Bangun Pangkalan Militer Besar di Gaza

Jum'at, 20 Februari 2026 - 11:50 WIB
loading...
A A A
Para kontraktor lebih lanjut melaporkan bahwa komunikasi tentang proyek tersebut terkadang dilakukan melalui Signal daripada melalui email pemerintah, memperdalam kekhawatiran tentang transparansi dan pengawasan.

Antara Terowongan dan Kuburan


Spesifikasi teknis dalam dokumen kontrak pangkalan militer mencerminkan harapan akan kondisi pertempuran di dalam Gaza. Menurut dokumen tersebut, “Kontraktor harus melakukan survei geofisika di lokasi untuk mengidentifikasi setiap rongga bawah tanah, terowongan, atau lubang besar per fase.”

Rencana tersebut juga mencakup "Protokol Jenazah Manusia", yang mengakui kemungkinan adanya kuburan massal: “Jika ditemukan jenazah manusia atau artefak budaya yang dicurigai, semua pekerjaan di area terdekat harus segera dihentikan.”

Setidaknya 10.000 warga Palestina diyakini masih terkubur di bawah reruntuhan di seluruh Gaza, menurut otoritas pertahanan sipil yang dikutip dalam dokumen tersebut.

Sebagian besar Gaza selatan saat ini berada di bawah kendali militer Israel, sementara hampir seluruh penduduk—sekitar 1,9 juta orang—telah mengungsi selama perang.

Pengacara Palestina-Kanada dan mantan negosiator Diana Buttu memperingatkan bahwa proyek tersebut sama dengan kendali militer asing atas wilayah Palestina. “Izin siapa yang mereka dapatkan untuk membangun pangkalan militer itu?” tanyanya.

Laporan The Guardian menambahkan bahwa Komando Pusat (CENTCOM) AS menolak berkomentar dan mengarahkan pertanyaan kepada BoP. Seorang pejabat pemerintahan Trump juga menolak membahas dokumen-dokumen tersebut, dengan menyatakan: “Seperti yang telah dikatakan Presiden, tidak akan ada pasukan AS di lapangan. Kami tidak akan membahas dokumen yang bocor.”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
Aktivitas Gunung Anak...
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Masyarakat Diimbau Waspada
Jelang Muktamar PBNU,...
Jelang Muktamar PBNU, Gus Muhaimin Sentil Pihak yang Main-main di NU untuk Keluar
Berita Terkini
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved