Hamas Tolak Ultimatum Israel untuk Lucuti Senjata dalam 60 Hari
Selasa, 17 Februari 2026 - 16:38 WIB
loading...
A
A
A
Tanpa mengkonfirmasi kapan tepatnya ultimatum itu akan dimulai, Fuchs mengatakan ultimatum itu mungkin akan dimulai pada pertemuan Dewan Perdamaian Presiden AS Donald Trump pada 19 Februari –rencana yang didukung Washington untuk rekonstruksi Gaza.
“Kami akan mengevaluasinya,” kata Fuchs. “Jika berhasil, bagus. Jika tidak, maka IDF [tentara Israel] harus menyelesaikan misi tersebut.”
Mardawi dari Hamas mengatakan kepada Al Jazeera Mubasher bahwa ancaman untuk memperbarui perang akan memiliki “dampak serius bagi kawasan tersebut” dan menekankan “rakyat Palestina tidak akan menyerah”, lapor AJA.
Fase kedua dari perjanjian “gencatan senjata” dimulai pada pertengahan Januari, di mana AS mengatakan akan menangani pelucutan senjata Hamas dan penempatan pasukan penjaga perdamaian internasional. Hamas menolak menyerahkan senjata selama Israel terus menduduki Gaza.
Awal bulan ini, pemimpin politik Hamas di luar negeri, Khaled Meshaal, menolak seruan untuk melucuti senjata faksi-faksi Palestina di Gaza, dengan alasan melucuti senjata dari rakyat yang diduduki akan menjadikan mereka "korban mudah untuk dieliminasi".
“Kami akan mengevaluasinya,” kata Fuchs. “Jika berhasil, bagus. Jika tidak, maka IDF [tentara Israel] harus menyelesaikan misi tersebut.”
Mardawi dari Hamas mengatakan kepada Al Jazeera Mubasher bahwa ancaman untuk memperbarui perang akan memiliki “dampak serius bagi kawasan tersebut” dan menekankan “rakyat Palestina tidak akan menyerah”, lapor AJA.
Fase kedua dari perjanjian “gencatan senjata” dimulai pada pertengahan Januari, di mana AS mengatakan akan menangani pelucutan senjata Hamas dan penempatan pasukan penjaga perdamaian internasional. Hamas menolak menyerahkan senjata selama Israel terus menduduki Gaza.
Awal bulan ini, pemimpin politik Hamas di luar negeri, Khaled Meshaal, menolak seruan untuk melucuti senjata faksi-faksi Palestina di Gaza, dengan alasan melucuti senjata dari rakyat yang diduduki akan menjadikan mereka "korban mudah untuk dieliminasi".
Lihat Juga :