Apa itu Proyek Vault? Ambisi Trump untuk Menguasai Mineral Tanah Jarang

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:25 WIB
loading...
Apa itu Proyek Vault?...
Proyek Vault merupakan ambisi Donald Trump untuk menguasai tanah jarang. Foto/X/@StrongEconomics
A A A
WASHINGTON - Upaya Amerika Serikat untuk melonggarkan cengkeraman China pada mineral tanah jarang, bahan dasar teknologi generasi berikutnya semakin kuat.

Presiden AS Donald Trump meluncurkan Project Vault, sebuah rencana untuk membangun cadangan strategis mineral penting AS, memperluas kapasitas pengolahan logam tanah jarang domestik, dan mengamankan kesepakatan pasokan jangka panjang dengan para produsen.

Dalam perkembangan lain, Uni Eropa pada hari Selasa menetapkan rencana untuk aliansi logam tanah jarang dengan AS untuk memperkuat ketahanan mereka sendiri.

Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance memberikan pidato utama kepada para delegasi dari negara-negara penghasil mineral utama pada hari Rabu, berupaya mengamankan blok perdagangan logam tanah jarang untuk menantang China.

Logam tanah jarang dan mineral penting lainnya seperti litium, kobalt, dan tembaga sangat penting untuk kendaraan listrik, robotika, kecerdasan buatan, pertahanan, dan energi terbarukan.

Apa itu Proyek Vault? Ambisi Trump untuk Menguasai Mineral Tanah Jarang

1. Menimbun 50 Mineral Penting

Project Vault adalah inisiatif pemerintahan Trump untuk menimbun lebih dari 50 mineral penting, termasuk logam tanah jarang.

"Selama bertahun-tahun, bisnis Amerika telah berisiko kehabisan mineral penting selama gangguan pasar," kata Trump selama peluncuran proyek tersebut di Gedung Putih.

"Hari ini, kita meluncurkan apa yang akan dikenal sebagai Proyek Vault untuk memastikan bahwa bisnis dan pekerja Amerika tidak akan pernah dirugikan oleh kekurangan apa pun."

Trump menambahkan: "Anda mencakup semuanya dengan ini... Kita tidak hanya menangani mineral tertentu dan logam tanah jarang. Kita menangani semuanya."

Cadangan Mineral Kritis Strategis AS akan didukung oleh pinjaman sebesar USD10 miliar (€8,48 miliar) dari Bank Ekspor-Impor AS (EXIM), dengan tambahan hingga USD2 miliar dalam modal swasta.

Presiden dan ketua EXIM Bank, John Jovanovic, mengatakan kepada CNBC bahwa proyek ini menciptakan formula kemitraan publik-swasta yang "sangat cocok dan menempatkan Amerika di posisi terbaiknya."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Perang AS-Iran Memanas,...
Perang AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus 100 Dolar AS per Barel
Rekomendasi
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Gol Spektakuler Warnai Kemenangan Singapura atas Kamboja
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved