Pentagon Gunakan AI Claude untuk Culik Maduro

Sabtu, 14 Februari 2026 - 09:55 WIB
loading...
Pentagon Gunakan AI...
Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya diculik pasukan AS. Foto/dea
A A A
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat secara aktif menggunakan model AI Claude dari Anthropic selama operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro bulan lalu. Kabar itu diungkap Axios dan The Wall Street Journal.

Media itu mengungkapkan teknologi perusahaan yang berfokus pada keamanan tersebut memainkan peran langsung dalam serangan mematikan di luar negeri.

Claude digunakan selama operasi aktif, bukan hanya dalam fase persiapan, Axios dan WSJ melaporkan pada hari Jumat. Peran pastinya masih belum jelas, meskipun militer sebelumnya telah menggunakan model AI untuk menganalisis citra satelit dan intelijen secara real-time.

Kebijakan penggunaan laboratorium AI yang berbasis di San Francisco tersebut secara eksplisit melarang teknologinya digunakan untuk "memfasilitasi kekerasan, mengembangkan senjata, atau melakukan pengawasan."

Tidak ada warga Amerika yang tewas dalam serangan itu, tetapi puluhan tentara dan personel keamanan Venezuela dan Kuba tewas pada 3 Januari.

"Kami tidak dapat berkomentar apakah Claude, atau model AI lainnya, digunakan untuk operasi spesifik apa pun, rahasia atau tidak," kata juru bicara Anthropic kepada Axios.

“Penggunaan Claude apa pun – baik di sektor swasta maupun di pemerintahan – diharuskan untuk mematuhi Kebijakan Penggunaan kami.”

Para pesaing Anthropic, OpenAI, Google, dan xAI milik Elon Musk, semuanya memiliki kesepakatan yang memberikan akses kepada Pentagon ke model mereka tanpa banyak perlindungan yang berlaku untuk pengguna biasa.

Tetapi hanya Claude yang digunakan, melalui kemitraan dengan Palantir Technologies, pada platform rahasia yang digunakan untuk pekerjaan paling sensitif militer AS.

Pengungkapan ini terjadi pada saat yang canggung bagi perusahaan, yang telah menghabiskan beberapa minggu terakhir secara publik menekankan komitmennya terhadap “perlindungan AI” dan memposisikan dirinya sebagai alternatif yang sadar akan keselamatan dalam industri AI.

CEO Dario Amodei telah berulang kali memperingatkan bahaya eksistensial yang ditimbulkan oleh penggunaan kecerdasan buatan yang tidak terkendali.

Pada hari Senin, kepala Tim Riset Perlindungan Anthropic, Mrinank Sharma, tiba-tiba mengundurkan diri dengan peringatan samar bahwa “dunia dalam bahaya.”

Beberapa hari kemudian, perusahaan tersebut menggelontorkan USD20 juta ke dalam kelompok advokasi politik yang mendukung regulasi AI yang kuat.

Pada saat yang sama, Anthropic dilaporkan sedang bernegosiasi dengan Pentagon mengenai apakah akan melonggarkan pembatasan penggunaan AI untuk penargetan senjata otonom dan pengawasan domestik.

Kebuntuan ini telah menunda kontrak senilai hingga USD200 juta, dengan Menteri Perang Pete Hegseth bersumpah tidak menggunakan model yang "tidak memungkinkan Anda untuk berperang."

Baca juga: Video Mata-mata CIA Targetkan Militer China, Beijing Ancam Bertindak
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Dominasi Pizza Hut Memudar...
Dominasi Pizza Hut Memudar hingga Dilego Pemilik Rp47,8 Triliun
Rekomendasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved