Inggris Akan Kirim 1.000 Rudal ke Ukraina untuk Melawan Rusia

Jum'at, 13 Februari 2026 - 08:30 WIB
loading...
Inggris Akan Kirim 1.000...
Inggris umumkan paket bantuan senjata, termasuk 1.000 rudal, untuk Ukraina guna melawan invasi Rusia. Foto/RBC-Ukraine
A A A
LONDON - Pemerintah Inggris telah mengumumkan paket bantuan ribuan rudal dan sistem pertahanan udara senilai £500 juta atau lebih dari Rp11,4 triliun untuk membantu Ukraina melawan invasi Rusia. Pengumuman bantuan itu muncul pada hari Kamis setelah invasi Moskow menargetkan situs-situs energi Kyiv.

Pendanaan bantuan tersebut mencakup £150 juta untuk Daftar Persyaratan Prioritas Ukraina (PURL) NATO, sebuah inisiatif yang mengoordinasikan pengiriman cepat pencegat pertahanan udara.

Baca Juga: Rusia Balas Dendam, Bombardir 147 Lokasi Ukraina

Menteri Pertahanan Inggris John Healey mengatakan, "Langkah ini akan membantu Ukraina mempertahankan diri dari serangan drone dan rudal [Presiden Rusia Vladimir] Putin yang tiada henti.”

Sebagai bagian dari paket tersebut, Inggris akan mengirimkan tambahan 1.000 Rudal Multiguna Ringan (LMM), serta 1.200 rudal pertahanan udara dan 200.000 butir amunisi artileri melalui Konsorsium Pertahanan Udara (ADC).

“Saat kita mendekati tahun kelima invasi skala penuh Putin, Inggris dan sekutu kami lebih berkomitmen dari sebelumnya untuk mendukung Ukraina,” kata Healey dalam sebuah pernyataan, yang dilansir di situs resmi pemerintah Inggris, gov.uk, Jumat (13/2/2026).

Setidaknya lima negara telah berjanji untuk memberikan kontribusi pada pembelian senjata Amerika di bawah PURL pada pertemuan Kelompok Kontak Pertahanan Ukraina (UDCG) di Brussels pada hari Kamis.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO Mark Rutte mengucapkan terima kasih kepada Inggris, Islandia, Norwegia, Swedia, dan Lithuania atas kontribusi mereka.

Pertemuan UDCG diikuti 50 negara dan dipimpin bersama oleh Inggris dan Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius, dan dihadiri oleh Menteri Pertahanan Ukraina Mykhailo Fedorov, Mark Rutte, dan Wakil Perdana Menteri Australia Richard Marles.

Para pendukung Ukraina akan membahas kebutuhan militer utama negara tersebut untuk tahun 2026, berbagi wawasan medan perang, merencanakan pengiriman peralatan, dan mengidentifikasi kesenjangan yang perlu diatasi.

Inggris mengambil peran sebagai pemimpin bersama Kelompok Kontak Pertahanan Ukraina dengan Jerman, serta Koalisi Sukarelawan dengan Prancis, tahun lalu. Baik Perdana Menteri maupun Menteri Pertahanan Inggris telah menegaskan bahwa keamanan nasional Inggris—fondasi Rencana Perubahan Pemerintah—dimulai di Ukraina.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Kerja Sama Yunani-China...
Kerja Sama Yunani-China Diperdebatkan, Legislator Tolak Status 'Mitra Lemah'
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Rumah Pintar yang Dengarkan...
Rumah Pintar yang Dengarkan Penghuni, Bukan Sekadar Produk Cerdas
Mensesneg Sebut Prabowo...
Mensesneg Sebut Prabowo Monitor Kasus 3 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok 1,72%, Terperosok ke Bawah 6.000
Berita Terkini
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved