Rusia Balas Dendam, Bombardir 147 Lokasi Ukraina

Jum'at, 13 Februari 2026 - 06:58 WIB
loading...
Rusia Balas Dendam,...
Militer Rusia membombardir 147 lokasi di Ukraina, klaim sebagai pembalasan atas serangan besar-besaran militer Kyiv. Foto/Layanan Darurat Negara Ukraina
A A A
KYIV - Militer Rusia telah membombardir 147 lokasi di Ukraina, yang sebagaian besar merupakan situs militer, pada hari Kamis. Kementerian Pertahanan di Moskow mengeklaim pengeboman ini sebagai pembalasan atas serangan besar-besaran militer Kyiv sehari sebelumnya.

Pada hari Rabu, pasukan Ukraina melancarkan serangan besar-besaran yang melibatkan ratusan drone serta rudal HIMARS dan bom luncur yang menargetkan infrastruktur sipil di beberapa wilayah Rusia. Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, sebagian besar proyektil tersebut berhasil dicegat.

Baca Juga: Tentara Rusia Dipasok Jet Tempur Siluman Su-57 Secara Besar-besaran

Namun, menurut Gubernur Wilayah Belgorod Vyacheslav Gladkov, enam warga sipil, termasuk seorang wanita, terluka akibat pecahan peluru dan gelombang ledakan.

Kementerian tersebut, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (13/2/2026), mengatakan pengeboman oleh militer Rusia melibatkan sistem senjata jarak jauh berbasis udara dan darat serta kendaraan udara tak berawak (UAV). Serangan ini dilaporkan menargetkan fasilitas produksi dan penyimpanan drone Ukraina serta infrastruktur yang digunakan untuk kebutuhan militer.

Pasukan Rusia, lanjut kementerian itu, menyerang total 147 lokasi di Ukraina, termasuk lapangan terbang, fasilitas infrastruktur militer, pangkalan, dan kamp tentara bayaran asing.

Sementara itu, media-media Ukraina melaporkan pengeboman besar-besaran Rusia menghantam ibu kota negara, Kyiv, serta kota Dnipro bagian tengah dan kota pelabuhan Odesa di Laut Hitam.

Wali Kota Kyiv Vitaly Klitschko mengatakan serangan tersebut memperparah krisis energi yang sedang berlangsung di ibu kota, di mana ribuan bangunan tetap tanpa pemanas. Sebaliknya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa wali kota tersebut hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri atas rendahnya tingkat kesiapan untuk keadaan darurat seperti itu.

Ukraina telah mengalami gangguan listrik selama berminggu-minggu, karena Moskow bertujuan untuk melumpuhkan kapasitas produksi senjatanya untuk mengekang serangan besar-besaran terhadap target sipil Rusia.

Bulan lalu, Moskow setuju untuk menangguhkan sementara serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina sebagai isyarat niat baik atas permintaan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memfasilitasi perundingan damai.

Namun, Ukraina belum mengurangi serangan lintas perbatasannya. Pada bulan Januari saja, serangan Ukraina menewaskan sedikitnya 79 warga sipil, termasuk tiga anak, dan melukai 378 orang, menurut Moskow.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Pangeran George Resmi...
Pangeran George Resmi Masuk Eton College, Biayanya Rp1,4 Miliar per Tahun!
Rekomendasi
3.161 Personel Gabungan...
3.161 Personel Gabungan Disiagakan Jelang Eksekusi Hotel Sultan Hari Ini
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
BMKG: Indonesia Bagian...
BMKG: Indonesia Bagian Selatan Makin Kering, Musim Kemarau Meluas
Berita Terkini
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved