Bubarkan Salat saat Demo , Polisi Australia Dituntut Minta Maaf kepada Umat Muslim

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:28 WIB
loading...
Bubarkan Salat saat...
Bubarkan salat saat demo, polisi Australia dituntut minta maaf kepada umat Islam. Foto/X
A A A
SYDNEY - Sebuah kelompok Muslim mendesak komisaris polisi New South Wales untuk meminta maaf kepada seluruh komunitas Muslim setelah polisi mengganggu sekelompok orang yang sedang salat selama protes terhadap kunjungan presiden Israel di Sydney pada Senin lalu.

Dewan Imam Nasional Australia (ANIC) mengkonfirmasi telah menerima permintaan maaf dari Mal Lanyon tentang insiden tersebut, tetapi dua kelompok Muslim besar lainnya yang diwawancarai Guardian Australia mengatakan mereka belum menerimanya.

Pada hari Rabu, Lanyon mengatakan dia telah berbicara dengan para pemimpin komunitas Muslim tentang insiden di mana polisi difilmkan menarik orang-orang yang sedang salat keluar dari barisan. Syekh yang memimpin salat tersebut menggambarkan momen itu sebagai "tidak terkendali dan agresif".

“Saya telah menghubungi anggota senior komunitas Muslim dan telah meminta maaf atas segala pelanggaran yang mungkin telah dilakukan oleh mereka yang sedang melakukan salat keagamaan,” kata Lanyon kepada 2GB, dilansir The Guardian.

“Namun, tindakan polisi [diperlukan] untuk mulai membubarkan kerumunan, mereka bergerak maju karena tindakan para pengunjuk rasa.”

Presiden Anic, Imam Shadi Alsuleiman, mengkonfirmasi kepada Guardian Australia bahwa Lanyon telah menghubunginya untuk meminta maaf atas masalah tersebut.

Namun, Rateb Jneid, presiden Federasi Dewan Islam Australia (AFIC), salah satu koalisi organisasi Muslim dan hukum yang menuntut pengunduran diri komisaris polisi, mengatakan bahwa ia belum dihubungi.

“Tentu saja tidak ada permintaan maaf yang diberikan olehnya atau perdana menteri kepada komunitas melalui AFIC.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Masyarakat Indonesia...
Masyarakat Indonesia Bangun Islamic Centre Pertama dan Terbesar di Melbourne dari Eks Kantor Polisi
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Keji! Israel Bunuh Kiper...
Keji! Israel Bunuh Kiper Tim Sepak Bola Palestina
Rekomendasi
Prabowo Terima Pulpen...
Prabowo Terima Pulpen Emas dari Lukashenko saat Bertemu di Istana Merdeka
Penampakan Taufik Hidayat...
Penampakan Taufik Hidayat Jelang Rekonstruksi Kasus Penyekapan dan Penganiayaan YTR di Bandung
Sidang Ijazah Jokowi,...
Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Didakwa Pasal Berlapis Pencemaran Nama Baik dan UU ITE
Berita Terkini
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Infografis
Ali Ngabalin Didesak...
Ali Ngabalin Didesak Minta Maaf Kepada Busyro oleh Muhammadiyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved