Menhan Pakistan: AS Memanfaatkan Islamabad Lalu Membuangnya seperti Tisu Toilet

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:37 WIB
loading...
Menhan Pakistan: AS...
Menhan Pakistan sebut AS memanfaatkan Islamabad lalu membuangnya seperti tisu toilet. Foto/X/@thetatvaindia
A A A
ISLAMABAD - Menteri Pertahanan Pakistan , Khawaja Asif, membuat salah satu pengakuan paling gamblang tentang aliansi masa lalu Islamabad dengan Amerika Serikat, menuduh Washington "mengeksploitasi" negara Asia Tenggara itu untuk kepentingan strategisnya dan kemudian membuangnya "seperti selembar tisu toilet" setelah tujuannya tercapai.

Berbicara di Majelis Nasional Pakistan, Asif mengakui bahwa Pakistan sering menyangkal sejarah terornya, menyebutnya sebagai "kesalahan yang dilakukan oleh para diktator di masa lalu."

1. Keterlibatan Pakistan dalam 2 Perang Afghanistan sebagai Kesalahan

Melansir NDTV, Menteri Pakistan itu juga menyebut keterlibatan Islamabad dalam dua perang Afghanistan sebagai 'kesalahan,' mengatakan bahwa terorisme di Pakistan saat ini adalah akibat dari kesalahan masa lalu.

Asif merefleksikan penataan ulang Pakistan pasca-1999 dengan Washington, khususnya terkait dengan Afghanistan, yang menurutnya, meninggalkan kerusakan yang berkepanjangan pada negara tersebut.


2. Pakistan Diperlakukan Lebih Buruk

Dia mengatakan biaya untuk menyelaraskan kembali dengan AS setelah tahun 1999, khususnya setelah September Serangan 11 November 2001 sangat menghancurkan. "Pakistan diperlakukan lebih buruk daripada selembar kertas toilet dan digunakan untuk suatu tujuan lalu dibuang," katanya.

Menteri Pertahanan mencatat bahwa Islamabad kembali bersekutu dengan Washington dalam perang Afghanistan yang dipimpin AS pada periode pasca-2001, berbalik melawan Taliban dalam prosesnya. Ia mengatakan bahwa sementara Amerika Serikat akhirnya menarik diri dari kawasan itu, Pakistan dibiarkan bergulat dengan kekerasan yang berkepanjangan, radikalisasi, dan tekanan ekonomi.

Baca Juga: 6 Fakta Pasukan Stabilisasi Gaza, dari Pelucutan Senjata Hamas hingga Tanggung Jawab Keamanan

3. Kesalahan Afghanistan

Asif juga menantang narasi resmi bahwa keterlibatan Pakistan dalam konflik Afghanistan didorong oleh kewajiban agama. Ia mengakui bahwa warga Pakistan dikirim untuk berperang di bawah panji jihad, menyebut kerangka berpikir itu menyesatkan dan sangat merusak.

Ia mengatakan kepada Parlemen bahwa "dua mantan diktator militer (Zia-ul-Haq dan Pervez Musharraf) telah bergabung dalam perang di Afghanistan, bukan demi Islam, tetapi untuk menyenangkan negara adidaya."

"Kita mengingkari sejarah kita dan tidak menerima kesalahan kita. Terorisme adalah akibat dari kesalahan yang dilakukan oleh para diktator di masa lalu," kata menteri tersebut.

"Kerugian yang kita derita tidak akan pernah bisa diganti," tambah Asif, menyebut kesalahan Pakistan sebagai "tidak dapat diperbaiki".

Asif juga mengklaim bahwa sistem pendidikan Pakistan dibentuk ulang untuk membenarkan perang-perang ini, dengan perubahan ideologis yang tetap tertanam hingga saat ini.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.450 Orang Tewas, 774 Gedung Ambruk
Rekomendasi
Lippo Hibahkan Lahan...
Lippo Hibahkan Lahan untuk 141 Ribu Rumah di Meikarta, Percepat Program 3 Juta Rumah
Gaya Hidup Sehat, Konsumen...
Gaya Hidup Sehat, Konsumen Perkotaan Kian Selektif Pilih Pangan Harian
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved