10 Negara di Mana Makan di Restoran Lebih Murah Dibandingkan Masak di Rumah
Selasa, 10 Februari 2026 - 16:27 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, bahan makanan bisa relatif mahal dan ketersediaan pendingin atau energi domestik yang terjangkau terbatas, sehingga meningkatkan biaya memasak di rumah.
Pedagang kaki lima dan restoran lingkungan berbiaya rendah di negara ini menyajikan makanan pokok seperti pad thai dengan harga serendah USD0,30 (22p), yang jauh lebih murah daripada harga bahan makanan di toko ritel.
Supermarket di negara ini terkenal mahal, dan bahkan berbelanja di pasar lokal pun bisa lebih mahal karena rumah tangga membeli dalam jumlah kecil sementara pedagang membeli dalam jumlah besar dari grosir.
Seperti halnya di negara tetangga Thailand, warung makan pinggir jalan yang ramai hanya mengkhususkan diri pada beberapa hidangan dan memasaknya sepanjang hari, sehingga harganya sangat rendah. Dengan bahan makanan yang dijual dalam jumlah kecil dan dapur rumah yang seringkali sederhana, makan di luar seringkali merupakan pilihan yang paling masuk akal.
Dengan harga bahan makanan yang relatif mahal di negara itu, makan di luar untuk sarapan, makan siang, dan makan malam jauh lebih masuk akal secara ekonomi.
Permukiman padat penduduk dan permintaan yang konstan berarti perputaran barang yang tinggi, persaingan ketat, dan sedikit pemborosan, sehingga harga tetap sangat rendah. Bahkan, sepiring nasi ayam Hainan, hidangan kaki lima paling ikonik di negara ini, dapat dibeli hanya dengan USD0,79 (58p).
10Negara di Mana Makan di Luar Lebih Murah Dibandingkan Masak di Rumah
1. Thailand
Melansir The Money, di Thailand, rumah-rumah perkotaan sering dibangun dengan dapur kecil atau bahkan tanpa dapur sama sekali karena makan di luar adalah pilihan yang lebih ekonomis. Lupakan jaringan makanan cepat saji global, yang oleh banyak orang Thailand dianggap mahal.Pedagang kaki lima dan restoran lingkungan berbiaya rendah di negara ini menyajikan makanan pokok seperti pad thai dengan harga serendah USD0,30 (22p), yang jauh lebih murah daripada harga bahan makanan di toko ritel.
Supermarket di negara ini terkenal mahal, dan bahkan berbelanja di pasar lokal pun bisa lebih mahal karena rumah tangga membeli dalam jumlah kecil sementara pedagang membeli dalam jumlah besar dari grosir.
2. Vietnam
Di Vietnam, makan di luar juga merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sekadar kemewahan. Mulai dari sandwich bánh mì hingga semangkuk pho yang menghangatkan, makanan bisa berharga kurang dari USD1 (74p).Seperti halnya di negara tetangga Thailand, warung makan pinggir jalan yang ramai hanya mengkhususkan diri pada beberapa hidangan dan memasaknya sepanjang hari, sehingga harganya sangat rendah. Dengan bahan makanan yang dijual dalam jumlah kecil dan dapur rumah yang seringkali sederhana, makan di luar seringkali merupakan pilihan yang paling masuk akal.
3. Taiwan
Taiwan dilaporkan lebih sering makan di luar daripada negara lain. Rumah tanpa dapur adalah hal biasa dan banyak orang di negara itu berbulan-bulan tidak pernah menyalakan kompor. Kotak bento murah, warung mie, dan kios pasar malam memberi makan orang setiap hari, dengan perputaran yang tinggi membuat harga tetap sangat rendah.Dengan harga bahan makanan yang relatif mahal di negara itu, makan di luar untuk sarapan, makan siang, dan makan malam jauh lebih masuk akal secara ekonomi.
4. Singapura
Sebagai negara kaya di mana makan di luar seringkali lebih murah, Singapura merupakan pengecualian yang mencolok. Pusat jajanan terbuka yang terkenal di negara kota ini, yang dikenal sebagai hawker centre, dianggap sebagai bagian dari identitas nasional dan diakui oleh UNESCO, sehingga pemerintah melindunginya melalui subsidi sewa, hibah, dan kompleks yang dibangun khusus yang secara drastis menurunkan biaya operasional.Permukiman padat penduduk dan permintaan yang konstan berarti perputaran barang yang tinggi, persaingan ketat, dan sedikit pemborosan, sehingga harga tetap sangat rendah. Bahkan, sepiring nasi ayam Hainan, hidangan kaki lima paling ikonik di negara ini, dapat dibeli hanya dengan USD0,79 (58p).
5. Filipina
Di seluruh Filipina, makanan sehari-hari seringkali berasal dari warung makan kecil di pinggir jalan yang disebut carinderia, bukan dari dapur rumah tangga. Satu ulam (hidangan utama) dapat berharga serendah USD0,17 (13p), yang menantang ekonomi memasak di rumah.Lihat Juga :