Siapa Jimmy Lai? Taipan Pro-demokrasi Hong Kong yang Divonis 20 Tahun Penjara

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:44 WIB
loading...
A A A
Ketika China mengesahkan undang-undang keamanan nasional baru Hong Kong pada Juni 2020, Lai mengatakan kepada BBC bahwa itu merupakan "lonceng kematian" bagi wilayah tersebut.

Tokoh media ini dikenal karena kejujurannya dan tindakannya yang flamboyan.

Pada tahun 2021, ia mendesak Donald Trump untuk membantu wilayah tersebut, dengan mengatakan bahwa Trump adalah "satu-satunya yang dapat menyelamatkan kami" dari China. Surat kabarnya, Apple Daily, menerbitkan surat di halaman depan yang diakhiri dengan: "Tuan Presiden, tolong bantu kami."

Bagi Lai, tindakan seperti itu diperlukan untuk membela kota yang telah menerimanya dan memicu kesuksesannya.

Ia pernah mengatakan kepada kantor berita AFP: "Saya datang ke sini tanpa apa pun, kebebasan tempat ini telah memberi saya segalanya... Mungkin sudah saatnya saya membalas kebebasan itu dengan memperjuangkannya."

Lai telah didakwa dengan berbagai pelanggaran - termasuk berkumpul tanpa izin dan penipuan - sejak tahun 2020.

Penuntutan terhadap Lai telah menarik perhatian internasional, dengan kelompok hak asasi manusia dan pemerintah asing mendesak pembebasannya.

Selama bertahun-tahun, Sebastien Lai telah berkeliling dunia untuk mengecam penangkapan ayahnya dan mengutuk Hong Kong karena menghukum "karakteristik yang seharusnya dirayakan".

"Ayah saya dipenjara karena kebenaran yang diucapkannya, keberanian di hatinya, dan kebebasan di jiwanya," katanya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Arkeolog Arab Saudi...
Arkeolog Arab Saudi Temukan Prasasti Bertulis Khalifah Umar bin Khattab
Rekomendasi
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Rosan Lapor Prabowo...
Rosan Lapor Prabowo soal Perampingan 258 BUMN, 300 Pelat Merah Lain Menyusul
Roy Suryo Kenakan Batik...
Roy Suryo Kenakan Batik Motif Garuda dan Kepalkan Tangan saat Tiba di Rutan Polda Metro
Berita Terkini
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Infografis
Daftar 26 Jalan Tol...
Daftar 26 Jalan Tol yang Diskon hingga 20% saat Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved