Siapa Jimmy Lai? Taipan Pro-demokrasi Hong Kong yang Divonis 20 Tahun Penjara

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:44 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Israel Akan Caplok Tepi Barat, Ini 4 Bentuk Perlawanan Hamas

3. Lahir dari Keluarga Miskin

Lai lahir di Guangzhou, sebuah kota di China selatan, dari keluarga kaya yang kehilangan segalanya ketika komunis berkuasa pada tahun 1949.

Ia berusia 12 tahun ketika melarikan diri dari desanya di China daratan, tiba di Hong Kong sebagai penumpang gelap di kapal nelayan.

Sambil bekerja serabutan dan merajut di toko pakaian kecil, ia belajar bahasa Inggris sendiri. Ia beralih dari peran rendahan hingga akhirnya mendirikan kerajaan bernilai jutaan dolar termasuk merek pakaian internasional Giordano.

Rantai toko tersebut sangat sukses. Tetapi ketika China mengirimkan tank untuk menumpas protes pro-demokrasi di Lapangan Tiananmen Beijing pada tahun 1989, Lai memulai perjalanan baru sebagai aktivis demokrasi yang vokal serta seorang pengusaha.

Ia mulai menulis kolom yang mengkritik pembantaian yang terjadi setelah demonstrasi di Beijing dan mendirikan sebuah penerbitan yang kemudian menjadi salah satu yang paling berpengaruh di Hong Kong.

Ketika China menanggapi dengan mengancam akan menutup toko-tokonya di daratan China, yang menyebabkan ia menjual perusahaannya, Lai meluncurkan serangkaian judul pro-demokrasi populer yang termasuk Next, sebuah majalah digital, dan surat kabar Apple Daily yang banyak dibaca.

Dalam lanskap media lokal yang semakin takut terhadap Beijing, Lai telah menjadi kritikus yang gigih terhadap otoritas Tiongkok baik melalui publikasi maupun tulisannya.

Hal ini membuatnya menjadi pahlawan bagi banyak orang di Hong Kong, yang memandangnya sebagai seorang pria pemberani yang mengambil risiko besar untuk membela kebebasan kota tersebut.

4. Dijuliki Pengkhianat oleh China

Namun di daratan China, ia dipandang sebagai "pengkhianat" yang mengancam keamanan nasional China.

Dalam beberapa tahun terakhir, penyerang bertopeng membom rumah dan kantor pusat perusahaan Lai. Ia juga menjadi target rencana pembunuhan.

Namun, tidak satu pun ancaman tersebut menghentikannya untuk menyuarakan pandangannya dengan lantang. Ia merupakan bagian penting dari demonstrasi pro-demokrasi di kota itu dan ditangkap dua kali pada tahun 2021 atas tuduhan berkumpul secara ilegal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Selatan Tewaskan 16 Orang
Kisah Anjing Lucu Curi...
Kisah Anjing Lucu Curi Perhatian selama Piala Dunia 2026, Punya Arti Spesial buat Pemiliknya
Rekomendasi
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Dari Sopir Bus Mendadak...
Dari Sopir Bus Mendadak Jadi Pemimpin Negara? Ini Serunya Microdrama Love In A Fallen Nation di V+Short
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved