Iran Tempuh Diplomasi Sambil Siap Berperang, Ini 4 Alasannya

Minggu, 08 Februari 2026 - 21:02 WIB
loading...
Iran Tempuh Diplomasi...
Iran temouh diplomasi sambil siap berperang. Foto/X/@Iranmilitary24
A A A
TEHERAN - Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan Iran selalu menempuh jalur diplomasi sambil tetap siap untuk perang apa pun.

Ia menyampaikan pernyataan tersebut di Kongres Nasional tentang Kebijakan Luar Negeri Republik Islam di Teheran pada hari Minggu, dua hari setelah Iran dan Amerika Serikat mengadakan pembicaraan nuklir tidak langsung di Oman menyusul ketegangan yang meningkat selama beberapa minggu yang disebabkan oleh retorika perang AS terhadap Iran.

Iran Tempuh Diplomasi Sambil Siap Berperang, Ini 4 Alasannya

1. Tidak Ada yang Berani Melawan Iran

“Kami adalah negara yang berdiplomasi, kami juga negara yang siap berperang; bukan dalam arti kami mencari perang, tetapi… kami siap berperang sehingga tidak ada yang berani melawan kami,” katanya.

Saat ini, tambahnya, prinsip utama kebijakan luar negeri Iran adalah martabat, yang berarti menjaga kemerdekaan, menolak dominasi, dan mempertahankan kedaulatan negara.

Araghchi lebih lanjut menekankan bahwa respons Iran bergantung pada nada yang diadopsi oleh pihak lain terhadap negara tersebut, dengan mengatakan bahwa diplomasi akan disambut dengan bahasa yang sama, seperti halnya dengan penggunaan kekuatan dan bahasa penghormatan.


2. Pengetahuan Tidak Bisa Dihancurkan dengan Bom

Sementara itu, ia menyatakan kesiapan Teheran untuk menyelesaikan ambiguitas tentang program nuklir damainya, mencatat bahwa diplomasi adalah satu-satunya cara untuk melakukannya karena jalur lain belum membuahkan hasil.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Burkina Faso Putuskan...
Burkina Faso Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Prancis
Putin Puji Trump: Pemimpin...
Putin Puji Trump: Pemimpin yang Tak Mudah Dipengaruhi
Rekomendasi
Usai Dikawal Rieke Diah...
Usai Dikawal Rieke Diah Pitaloka, Kasus Nikita Mirzani Kini Dipantau Komisi Yudisial
Tarif Listrik Juli-September...
Tarif Listrik Juli-September Tak Naik, Cek Harga per kWh Semua Golongan
Prabowo: Polri Harus...
Prabowo: Polri Harus Hadir Melindungi, Melayani, dan Mengabdi kepada Rakyat
Berita Terkini
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved