Prabowo dan PM Albanese Teken Perjanjian Terbesar RI-Australia sejak Era Soeharto

Jum'at, 06 Februari 2026 - 14:57 WIB
loading...
Prabowo dan PM Albanese...
PM Australia Anthony Albanese dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto menandatangani Perjanjian Keamanan Bersama kedua negara. Foto/BPMI Setpres
A A A
JAKARTA - Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah menandatangani perjanjian terbesar kedua negara dalam 30 tahun terakhir atau sejak perjanjian tahun 1995 antara Presiden Soeharto dengan PM Paul Keating.

Albanese meninggalkan Canberra pada Kamis sore untuk kujungan tiga hari ke Indonesia. Inti dari kunjungan tersebut, yang juga diikuti Menteri Luar Negeri Penny Wong, adalah Perjanjian Keamanan Bersama Australia-Indonesia yang baru.

Baca Juga: Prabowo dan Albanese Teken Traktat Keamanan Bersama Indonesia-Australia

Perjanjian tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemitraan keamanan antara kedua negara “ke tingkat yang baru” demi kepentingan keamanan bersama dan keamanan kawasan.

Berbicara dari Jakarta pada hari Jumat (6/2/2026), Albanese mengatakan, "Kesepakatan ini sangat penting bagi kepentingan nasional Australia."

“Tetapi, juga merupakan hubungan yang penting di kawasan kita,” katanya lagi.

PM Albanese melanjutkan, kesepakatan tersebut adalah yang paling substansial sejak perjanjian 1995 antara Presiden Indonesia saat itu, Soeharto, dan PM Australia Paul Keating.

“Yang penting, ini adalah satu tingkat lebih tinggi daripada perjanjian Keating, karena perjanjian itu berada di tingkat yang lebih rendah, ini berada di tingkat pemimpin dan menteri,” kata Albanese.

“Jadi, ini menunjukkan sesuatu tentang sentimen perjanjian tersebut," paparnya, seperti dikutip dari news.com.au.

Albanese merujuk pada perjanjian pertahanan bersama "Pukpuk" antara Australia dengan Papua Nugini ketika ditanya tentang hubungan timbal balik Australia dan Indonesia dalam perjanjian keamanan bersama yang baru. Dia menekankan bahwa perjanjian tersebut mengakui kedaulatan negara masing-masing.

Australia juga akan mendukung Indonesia untuk mengembangkan infrastruktur pelatihan pertahanan bersama.

Namun, Albanese mengatakan bahwa Indonesia perlu mempertimbangkan apakah akan menempatkan personel militer Australia secara permanen atau semi-permanen di fasilitas tersebut.

Wong mengatakan perjanjian tersebut merupakan "inisiatif pribadi" Presiden Prabowo Subianto dan Anthony Albanese. "Dan tanda kepercayaan antara negara kita dan antara para pemimpin kita," ujarnya.

"Perjanjian ini mengartikulasikan jenis hubungan yang berbeda. Ini tentang saling mendukung di masa-masa sulit," katanya.

“Ini tentang bekerja sama di masa-masa sulit dan masa-masa mudah, untuk memastikan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran, ini tentang kita menjadi lebih dekat sebagai tetangga," imbuh dia.

Sebelumnya, Wong mengatakan: "Kesepakatan ini membawa kerja sama kita ke tingkat yang lebih tinggi, bertindak bersama untuk mengamankan perdamaian dan stabilitas bagi negara kita dan kawasan ini."

“Di masa-masa yang tidak pasti ini, ini adalah demonstrasi pentingnya hubungan kita dan rasa hormat yang kita miliki satu sama lain," katanya.

“Perjanjian ini adalah bagian dari bagaimana Pemerintah Albanese membangun masa depan Australia di kawasan kita.”

Australia dan Indonesia telah menikmati hubungan yang relatif stabil selama 80 tahun sejarah Indonesia, meskipun diwarnai oleh momen-momen krisis.

Prabowo, mantan jenderal militer, telah mengunjungi Australia dua kali, termasuk pada November tahun lalu.

Selain keamanan, Australia dan Indonesia bekerja sama erat dalam perdagangan dan investasi, pendidikan, dan pembangunan.

Pemerintah Albanese juga telah menetapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebagai peluang bagi investor Australia.

Indonesia adalah rumah bagi 287 juta penduduk dan menikmati pertumbuhan PDB tahunan pada kuartal ketiga tahun 2025 sebesar 5,04 persen.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Kesal! Trump: AS Bayar...
Kesal! Trump: AS Bayar Mahal untuk Lindungi Eropa dari Serangan Rusia
Rekomendasi
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
MSCI Tahan Status Emerging...
MSCI Tahan Status Emerging Market Indonesia, OJK Pastikan Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
Berita Terkini
PBB Mulai Evakuasi 11.000...
PBB Mulai Evakuasi 11.000 Pelaut yang Terdampar di Selat Hormuz
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Indonesia Hadapi Australia dan Bahrain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved