Iran: Kami Siap Perang Jika Itu Maunya AS!
Jum'at, 06 Februari 2026 - 07:09 WIB
loading...
A
A
A
“Setiap hari, kami terus memperkuat kesiapan dan kemampuan baik dalam pertahanan maupun serangan," ujarnya.
Teheran, yang mengatakan telah menambah persediaan rudal balistiknya sejak diserang Israel Juni tahun lalu, telah memperingatkan bahwa mereka akan melepaskan rudal-rudalnya untuk membela Republik Islam Iran jika keamanannya terancam. Mereka mengancam akan menyerang Israel serta pangkalan-pangkalan AS di kawasan tersebut.
Para pejabat Iran dan AS dijadwalkan bertemu di Oman pada hari Jumat untuk perundingan nuklir Teheran.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Kamis bahwa Turki melakukan yang terbaik untuk mencegah ketegangan AS-Iran menyeret kawasan itu ke dalam konflik dan kekacauan baru, dan mendesak para pemimpin Amerika dan Iran untuk melanjutkan pembicaraan.
Berbicara kepada wartawan dalam penerbangan pulang dari kunjungan ke Mesir, Erdogan memuji upaya diplomatik dari kedua pihak dan mengatakan pembicaraan tingkat pemimpin akan bermanfaat setelah negosiasi tingkat rendah, menurut transkrip komentarnya yang dibagikan oleh kantornya.
Meskipun pembicaraan awalnya dijadwalkan di Turki, Iran menginginkan pertemuan tersebut berlangsung di Oman sebagai kelanjutan dari pembicaraan sebelumnya yang diadakan di negara Teluk Arab tersebut yang berfokus secara ketat pada program nuklir Teheran, kata seorang pejabat regional.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada hari Rabu mengatakan bahwa meskipun Washington siap untuk bernegosiasi, kesepakatan harus mencakup program rudal dan nuklir Iran, dukungannya terhadap kelompok teror di kawasan tersebut, dan perlakuannya terhadap penduduknya.
Teheran, yang mengatakan telah menambah persediaan rudal balistiknya sejak diserang Israel Juni tahun lalu, telah memperingatkan bahwa mereka akan melepaskan rudal-rudalnya untuk membela Republik Islam Iran jika keamanannya terancam. Mereka mengancam akan menyerang Israel serta pangkalan-pangkalan AS di kawasan tersebut.
Para pejabat Iran dan AS dijadwalkan bertemu di Oman pada hari Jumat untuk perundingan nuklir Teheran.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Kamis bahwa Turki melakukan yang terbaik untuk mencegah ketegangan AS-Iran menyeret kawasan itu ke dalam konflik dan kekacauan baru, dan mendesak para pemimpin Amerika dan Iran untuk melanjutkan pembicaraan.
Berbicara kepada wartawan dalam penerbangan pulang dari kunjungan ke Mesir, Erdogan memuji upaya diplomatik dari kedua pihak dan mengatakan pembicaraan tingkat pemimpin akan bermanfaat setelah negosiasi tingkat rendah, menurut transkrip komentarnya yang dibagikan oleh kantornya.
Meskipun pembicaraan awalnya dijadwalkan di Turki, Iran menginginkan pertemuan tersebut berlangsung di Oman sebagai kelanjutan dari pembicaraan sebelumnya yang diadakan di negara Teluk Arab tersebut yang berfokus secara ketat pada program nuklir Teheran, kata seorang pejabat regional.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada hari Rabu mengatakan bahwa meskipun Washington siap untuk bernegosiasi, kesepakatan harus mencakup program rudal dan nuklir Iran, dukungannya terhadap kelompok teror di kawasan tersebut, dan perlakuannya terhadap penduduknya.
Lihat Juga :