Putra Gaddafi Dibunuh, Saif al-Islam Pernah Dianggap Pemimpin Libya Berikutnya

Rabu, 04 Februari 2026 - 07:41 WIB
loading...
A A A
Pada Maret 2011, NATO mulai membombardir Libya setelah PBB mengizinkan "semua tindakan yang diperlukan" untuk melindungi warga sipil dari pasukan Gaddafi dalam perang saudara.

Pada Juni 2011, Saif al-Islam mengumumkan ayahnya bersedia mengadakan pemilihan dan akan mengundurkan diri jika ia tidak memenangkannya. Namun, NATO menolak tawaran tersebut, dan pembombardiran Libya terus berlanjut.

Pada akhir Juni, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Saif al-Islam, tetapi ia tetap buron hingga setelah kematian ayah dan saudara laki-lakinya, Mutassim, di Sirte, pada 20 Oktober 2011.

Penjara


Setelah negosiasi panjang dengan ICC, yang telah menyerukan ekstradisinya, para pejabat Libya diberikan wewenang mengadili Saif al-Islam di Libya atas kejahatan perang yang dilakukan selama pemberontakan 2011.

Pada saat itu, pengacara pembela Saif al-Islam khawatir persidangan di Libya tidak akan dimotivasi oleh keadilan, tetapi keinginan untuk balas dendam. PBB memperkirakan hingga 15.000 orang tewas dalam konflik tersebut, sementara Dewan Transisi Nasional Libya memperkirakan angka tersebut mencapai 30.000.

Pada tahun 2014, Saif al-Islam muncul melalui tautan video di pengadilan Tripoli tempat persidangannya diadakan, karena ia dipenjara di Zintan pada saat itu. Pada Juli 2015, pengadilan Tripoli menjatuhkan hukuman mati kepadanya secara in absentia.

Namun, pada tahun 2017, ia dibebaskan oleh Batalyon Abu Bakr as-Siddiq, milisi yang menguasai Zintan, sebagai bagian dari amnesti yang dikeluarkan otoritas Libya timur, yang tidak diakui secara internasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
Prancis Buka Penyelidikan...
Prancis Buka Penyelidikan Pembunuhan Khashoggi usai Ada Pengaduan terhadap Mohammed bin Salman
7 Alasan Penjagaan Putin...
7 Alasan Penjagaan Putin Diperketat, dari Konflik Elite Moskow hingga Kudeta MIliter
Pria Pro-Nazi Hendak...
Pria Pro-Nazi Hendak Bunuh 2 Putri Kerajaan Belanda, Bawa Kapak Bertuliskan Mossad dan Sieg Heil
Unggah Foto Cangkang...
Unggah Foto Cangkang Kerang Bertuliskan 86 47, Mantan Direktur FBI Didakwa Ancam Trump
2 WNA Ditemukan Tewas...
2 WNA Ditemukan Tewas di Apartemen Jakbar
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Siap-Siap, Apple bakal...
Siap-Siap, Apple bakal Naikkan Harga iPhone Dkk Imbas Biaya Chip Melonjak
Rekomendasi
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Insiden Tutup Mulut...
Insiden Tutup Mulut di Piala Dunia 2026: Messi Kebal Kartu Merah?
Jakarta Rawan Sinkhole,...
Jakarta Rawan Sinkhole, Wagub DKI Rano: Ada Daerah Berpotensi Ambles
Berita Terkini
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved