Pezeshkian Minta Negosiasi Nuklir dengan AS Segera Dimulai, Iran Makin Melunak?

Senin, 02 Februari 2026 - 21:30 WIB
loading...
A A A
Selain Turki, Qatar dan Mesir juga telah melakukan upaya diplomatik untuk menjadi tuan rumah pembicaraan tersebut, sebagai bagian dari upaya untuk mencegah Amerika Serikat melancarkan tindakan agresi baru terhadap Iran.

Para pejabat Iran telah menegaskan bahwa setiap serangan oleh Amerika Serikat atau Israel akan ditanggapi dengan respons yang cepat dan kuat serta dapat memicu perang regional.

Presiden Trump telah memerintahkan peningkatan kekuatan militer besar-besaran di Teluk Persia, tetapi telah mengubah retorikanya, dari mengancam serangan dan mendukung para perusuh yang menimbulkan kekacauan di kota-kota Iran awal bulan ini, menjadi menyerukan kesepakatan dengan Iran.

Presiden AS mengklaim pada hari Minggu bahwa para pejabat Iran "serius berbicara dengan kami" tanpa memberikan rincian, dan bahwa "mudah-mudahan, kita akan mencapai kesepakatan lebih lanjut."

Baca Juga: Trump Berharap Iran Akan Buat Kesepakatan, AS Takut Ancaman Khamenei?

Selama masa jabatan pertamanya, Trump menarik AS dari kesepakatan nuklir yang didukung PBB dengan Iran, yang disebut Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), dan memberlakukan kembali sanksi ekonomi yang keras terhadap Teheran.

Menteri Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan kepada para produser pada hari Senin bahwa Teheran harus terlebih dahulu mengevaluasi berbagai aspek pembicaraan dengan AS.

Ia mengatakan berbagai poin telah dipertukarkan dalam kerangka kerja ini, dan Iran saat ini "dalam tahap meninjau dan memutuskan rincian proses diplomatik."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Ini Alasan Trump Puji...
Ini Alasan Trump Puji Putin dan Xi Jinping atas Kesepakatan Damai AS-Iran
Selama 90 Menit di Los...
Selama 90 Menit di Los Angeles, Iran Akhirnya Rasakan Euforia Piala Dunia 2026
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan MoU Damai dengan AS, Iran: Kita Siapkan Semua Skenario
Rekomendasi
Jalani Pendataan Perdana...
Jalani Pendataan Perdana Sensus Ekonomi 2026, Bupati Bogor Imbau Masyarakat Berikan Data Akurat
Piala Dunia 2026: FIFA...
Piala Dunia 2026: FIFA Diam-Diam Ubah Ritual VAR
Miris, Lagu Kebangsaan...
Miris, Lagu Kebangsaan Iran Dicemooh di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved