50.000 Orang Tewas di India Setiap Tahun Akibat Digigit Ular

Senin, 02 Februari 2026 - 20:20 WIB
loading...
A A A
Saat ini, India hanya memiliki antibisa yang melindungi terhadap empat ular besar—kobra berkacamata, krait biasa, ular viper Russell, dan ular viper bersisik gergaji—yang diyakini bertanggung jawab atas sebagian besar gigitan ular. Antibisa diproduksi dengan menyuntikkan bisa dari ular-ular ini ke kuda, yang antibodinya kemudian digunakan sebagai pengobatan untuk manusia, jelas Martin.

Namun, ada puluhan spesies ular berbisa lainnya yang belum memiliki antibisa yang ditargetkan di India. Ini termasuk ular pit viper hijau yang umum ditemukan di negara bagian utara Himachal Pradesh, ular pit viper Malabar dan ular pit viper berhidung bungkuk yang ditemukan di negara bagian selatan, dan banyak spesies lainnya di negara bagian timur laut.

Sebuah studi oleh AIIMS (All India Institute of Medical Sciences) di Jodhpur, Rajasthan, tahun lalu menyoroti masalah ini. Studi tersebut menemukan bahwa ketika antibisa yang digunakan untuk mengobati gigitan ular berbisa bersisik gergaji diberikan kepada 105 pasien gigitan ular (di mana spesiesnya tidak diketahui), dua pertiga tidak menunjukkan respons yang baik terhadap pengobatan.

Studi tersebut menyimpulkan bahwa ada kebutuhan mendesak akan "antibisa spesifik wilayah di India barat".

Selama lima tahun terakhir, The Liana Trust telah mempelajari bisa dari spesies di luar empat spesies utama untuk mengembangkan penawar racunnya. Namun, menurut Martin, kemajuannya lambat karena prosesnya membutuhkan banyak tenaga dan waktu.

Ia menyerukan kepada negara-negara bagian untuk meniru perintah tahun 2024 dari pemerintah negara bagian Karnataka di selatan yang menjadikan gigitan ular sebagai "penyakit yang wajib dilaporkan" - mewajibkan para profesional kesehatan untuk melaporkannya kepada pihak berwenang - untuk memerangi pelaporan yang kurang.

Jain setuju. "Kematian akibat gigitan ular dimulai di mana kemauan politik berakhir," katanya.

"Pemerintah harus memastikan bahwa orang miskin tidak mendapatkan sistem kesehatan yang buruk. Mereka pantas mendapatkan yang lebih baik."
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ketika Demo Partai Kecoa...
Ketika Demo Partai Kecoa Berhasil Memaksa Menteri Pendidikan India Mundur atas Bocornya Soal Ujian
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Pendukung Partai Kecoa...
Pendukung Partai Kecoa Kembali Turun ke Jalan, Apa yang Dituntut?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Penyebaran Sangat Cepat,...
Penyebaran Sangat Cepat, Wabah Ebola di RD Kongo Catat 3.200 Kasus dan 1.405 Kematian
Perang Makin Sengit!...
Perang Makin Sengit! Iran Tak Segan-Segan Ledakkan Wilayahnya, Tak Rela Dikuasai AS
Rekomendasi
Hasil Babak I Indonesia...
Hasil Babak I Indonesia vs Kamboja: Mitchell Baker Moncer, Garuda Unggul 3-0
Google Hentikan Dukungan...
Google Hentikan Dukungan YouTube untuk Smartphone Jadul
El Nino Menguat, BMKG:...
El Nino Menguat, BMKG: Waspadai Kekeringan, Karhutla, dan Angin Kencang hingga Awal Agustus 2026
Berita Terkini
Jeda Perang dan Gencatan...
Jeda Perang dan Gencatan Senjata Selalu Menguntungkan Iran, Ini 4 Alasannya
Tak Mau Tarik Pasukan...
Tak Mau Tarik Pasukan Zionis, Israel Justru Izinkan Tentara Maroko dan Uganda Berjaga di Rafah
Mengapa Pentagon Diam-diam...
Mengapa Pentagon Diam-diam Ubah Jumlah Tentara yang Terluka dan Tewas Akibat Perang Iran?
Eropa Bagai Neraka Akibat...
Eropa Bagai Neraka Akibat Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas, Ini 5 Faktanya
Putin Klaim Armada Kapal...
Putin Klaim Armada Kapal Pemecah Es Rusia Tak Memiliki Pesaing
Houthi dan Milisi Irak...
Houthi dan Milisi Irak Kompak Serang Arab Saudi, Riyadh: Agresor Itu Didukung Iran
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved