9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila, Pelajaran bagi Indonesia
Senin, 02 Februari 2026 - 15:27 WIB
loading...
A
A
A
Solusi yang telah diambil adalah membuat kesepakatan restrukturisasi dengan kreditur, mengikuti program IMF, dan reformasi fiskal.
Kondisi krisis ekonomi Zambia sekarang perlahan menuju stabil.
•Default besar: 2020, tak lama setelah dilanda pandemi Covid-19.
•Masalah utama: pandemi Covid-19 menghantam penerimaan negara dan gagal membayar utang luar negeri.
•Dampak: kemiskinan dan pengangguran langsung melonjak, proyek infrastruktur melambat, dan subsidi untuk rakyat dipangkas.
Solusi yang telah diambil adalah melakukan restrukturisasi cepat dan disiplin fiskal pasca-pandemi.
Kondisi krisis ekonomi Ekuador sekarang mulai relatif stabil.
•Default besar: 2020, di mana penerimaan negara tidak sebanding dengan lonjakan utang luar negeri.
•Masalah utama: defisit fiskal besar, nilai mata uang lemah, utang melonjak, terlalu bergantung pada ekspor minyak, emas, dan bauksit.
•Dampak: inflasi tinggi dan daya beli turun.
Solusi yang telah diambil adalah terpaksa mengikuti program IMF dan melakukan pengetatan anggaran.
Kondisi krisis ekonomi yang melanda Suriname sekarang️ perlahan terkendali, tapi masih rapuh.
•Default besar: 2020–2021, ditandai dengan kegegalan membayar obligasi luar negeri (Eurobond).
•Masalah utama: warisan utang lama ditambah utang baru, dan terlalu bergantung pada pariwisata.
•Dampak: sempat menutup perbatasan untuk menghentikan keluarnya devisa dan pariwisata lumpuh, terutama saat pandemi.
Solusi yang telah diambil adalah restrukturisasi utang, termasuk membuat kesepakatan pengurangan nilai utang dan bunga.
Belize lebih beruntung karena default yang dialami tidak sampai berimbas pada krisis politik.
Sumber: CRS/IMF/Reuters.
Kondisi krisis ekonomi Zambia sekarang perlahan menuju stabil.
7. Ekuador (Default karena Pandemi Covid-19)
Pandemi Covid-19 tak hanya memakan korban jiwa, tapi juga memicu kebangkrutan Ekuador.•Default besar: 2020, tak lama setelah dilanda pandemi Covid-19.
•Masalah utama: pandemi Covid-19 menghantam penerimaan negara dan gagal membayar utang luar negeri.
•Dampak: kemiskinan dan pengangguran langsung melonjak, proyek infrastruktur melambat, dan subsidi untuk rakyat dipangkas.
Solusi yang telah diambil adalah melakukan restrukturisasi cepat dan disiplin fiskal pasca-pandemi.
Kondisi krisis ekonomi Ekuador sekarang mulai relatif stabil.
8. Suriname (Negara Kecil, Masalah Besar)
Negara kecil ini juga pernah mengalami kebangkrutan karena utang besar.•Default besar: 2020, di mana penerimaan negara tidak sebanding dengan lonjakan utang luar negeri.
•Masalah utama: defisit fiskal besar, nilai mata uang lemah, utang melonjak, terlalu bergantung pada ekspor minyak, emas, dan bauksit.
•Dampak: inflasi tinggi dan daya beli turun.
Solusi yang telah diambil adalah terpaksa mengikuti program IMF dan melakukan pengetatan anggaran.
Kondisi krisis ekonomi yang melanda Suriname sekarang️ perlahan terkendali, tapi masih rapuh.
9. Belize (Default Sunyi tapi Nyata)
Belize mengalami gagal bayar utang karena tidak seimbang antara ukuran ekonomi dan jumlah utangnya.•Default besar: 2020–2021, ditandai dengan kegegalan membayar obligasi luar negeri (Eurobond).
•Masalah utama: warisan utang lama ditambah utang baru, dan terlalu bergantung pada pariwisata.
•Dampak: sempat menutup perbatasan untuk menghentikan keluarnya devisa dan pariwisata lumpuh, terutama saat pandemi.
Solusi yang telah diambil adalah restrukturisasi utang, termasuk membuat kesepakatan pengurangan nilai utang dan bunga.
Belize lebih beruntung karena default yang dialami tidak sampai berimbas pada krisis politik.
Sumber: CRS/IMF/Reuters.
(mas)
Lihat Juga :