9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila, Pelajaran bagi Indonesia
Senin, 02 Februari 2026 - 15:27 WIB
loading...
A
A
A
•Default besar: 2020 (ditandai dengan kegagalan membayar obligasi luar negeri).
•Masalah utama: utang sangat tinggi, sistem perbankan rapuh, dan korupsi oleh kalangan elite.
•Dampak: nilai mata uang anjlok dan tabungan rakyat “menguap”.
Bank Dunia pernah menyebut krisis Lebanon sebagai salah satu krisis ekonomi terburuk dalam lebih dari 100 tahun.
Kondisi krisis ekonomi Lebanon sekarang belum pulih, bahkan nyaris kolaps total.
Solusi yang diambil pun buntu. Seperti negosiasi IMF mandek, reformasi ditolak elite politik, dan sistem perbankan masih terbilang lumpuh.
Lebanon menjadi contoh nyata bahwa tanpa stabilitas politik, IMF pun tidak bersedia menolong.
•Default besar: April 2022, di mana utang luar negeri mencapai sekitar USD50 miliar.
•Masalah utama: pemotongan pajak besar-besaran, utang proyek infrastruktur, dan cadangan devisa terkuras.
•Dampak: kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) karena diperoleh dari impor, krisis listrik, krisis obat-obatan, dan kerusuhan nasional.
Kasus Sri Lanka menunjukkan bahwa utang luar negeri begitu diremehkan sampai menyadari bahwa cadangan devisanya habis. Yang menyakitkan adalah rakyat menanggung beban berat.
Solusi yang telah diambil adalah restrukturisasi utang global, mengikuti program IMF, menaikkan pajak, dan penghapusan subsidi.
Pelajaran dari langkah yang diambil Sri Lanka adalah disiplin fiskal yang menyakitkan, tapi perlahan efektif.
•Default besar: sejak 2017.
•Masalah utama: ketergantungan ekstrem pada minyak, salah urus ekonomi, dan sanksi internasional yang mencekik.
•Dampak: hiperinflasi, dan eksodus jutaan warga ke luar negeri.
Solusi yang telah diambil adalah bertahan lewat barter dan ekonomi informal, serta mengandalkan ekspor minyak yang terbatas.
Kondisi krisis ekonomi yang dirasakan Venezuela sekarang belum pulih, bahkan cenderung berkepanjangan.
•Default besar: 2020 (gagal bayar karena utang yang terus melonjak)
•Masalah utama: ketergantungan pada ekspor tembaga dan utang luar negeri tak terkendali, termasuk dari kreditur bilateral.
•Dampak: politik tidak stabil dan cadangan devisa terus terkuras.
•Masalah utama: utang sangat tinggi, sistem perbankan rapuh, dan korupsi oleh kalangan elite.
•Dampak: nilai mata uang anjlok dan tabungan rakyat “menguap”.
Bank Dunia pernah menyebut krisis Lebanon sebagai salah satu krisis ekonomi terburuk dalam lebih dari 100 tahun.
Kondisi krisis ekonomi Lebanon sekarang belum pulih, bahkan nyaris kolaps total.
Solusi yang diambil pun buntu. Seperti negosiasi IMF mandek, reformasi ditolak elite politik, dan sistem perbankan masih terbilang lumpuh.
Lebanon menjadi contoh nyata bahwa tanpa stabilitas politik, IMF pun tidak bersedia menolong.
4. Sri Lanka (Negara Kolaps karena Devisa Habis)
Jika ada yang bangkrut karena devisa habis, Sri Lanka adalah contoh nyata.•Default besar: April 2022, di mana utang luar negeri mencapai sekitar USD50 miliar.
•Masalah utama: pemotongan pajak besar-besaran, utang proyek infrastruktur, dan cadangan devisa terkuras.
•Dampak: kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) karena diperoleh dari impor, krisis listrik, krisis obat-obatan, dan kerusuhan nasional.
Kasus Sri Lanka menunjukkan bahwa utang luar negeri begitu diremehkan sampai menyadari bahwa cadangan devisanya habis. Yang menyakitkan adalah rakyat menanggung beban berat.
Solusi yang telah diambil adalah restrukturisasi utang global, mengikuti program IMF, menaikkan pajak, dan penghapusan subsidi.
Pelajaran dari langkah yang diambil Sri Lanka adalah disiplin fiskal yang menyakitkan, tapi perlahan efektif.
5. Venezuela (Negara Kaya Minyak tapi Bangkrut)
Venezuela terbilang sebaga ironi dari negara dengan kekayaaan alam yang melimpah, yakni pemilik cadangan minyak terbesar di dunia, tapi miskin.•Default besar: sejak 2017.
•Masalah utama: ketergantungan ekstrem pada minyak, salah urus ekonomi, dan sanksi internasional yang mencekik.
•Dampak: hiperinflasi, dan eksodus jutaan warga ke luar negeri.
Solusi yang telah diambil adalah bertahan lewat barter dan ekonomi informal, serta mengandalkan ekspor minyak yang terbatas.
Kondisi krisis ekonomi yang dirasakan Venezuela sekarang belum pulih, bahkan cenderung berkepanjangan.
6. Zambia (Default Afrika Era Modern)
Zambia telah menjadi simbol krisis utang di benua Afrika.•Default besar: 2020 (gagal bayar karena utang yang terus melonjak)
•Masalah utama: ketergantungan pada ekspor tembaga dan utang luar negeri tak terkendali, termasuk dari kreditur bilateral.
•Dampak: politik tidak stabil dan cadangan devisa terus terkuras.
Lihat Juga :