9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila, Pelajaran bagi Indonesia

Senin, 02 Februari 2026 - 15:27 WIB
loading...
9 Negara yang Pernah...
Uang Venezuela pernah dijual sebagai kerajinan tangan karena tidak laku ketika terjadi hiperinflasi. Venezuela termasuk di antara negara yang pernah bangkrut. Foto/Wikipedia
A A A
JAKARTA - Utang luar negeri oleh setiap negara sering dipromosikan sebagai jalan pintas menuju pembangunan. Namun sejarah global menunjukkan sisi gelapnya, yakni ketika utang tumbuh lebih cepat daripada kemampuan ekonominya yang menyebabkan negara tersebut bisa terjerumus ke jurang gagal bayar atau sovereign default.

Dalam dua dekade terakhir—terutama pasca pandemi Covid-19—dunia menyaksikan gelombang kebangkrutan negara yang bukan hanya menimpa negara miskin, tetapi juga ekonomi menengah hingga anggota Uni Eropa.

Baca Juga: 8 Negara dengan Utang Tertinggi di Dunia, Nomor 1 di Luar Perkiraan

Apa yang pernah dialami negara-negara bangkrut ini bisa menjadi pelajaran penting bagi Indonesia untuk berhati-hati dalam membuat kebijakan utang luar negeri.

9 Negara yang Pernah Bangkrut akibat Utang Menumpuk


Mengutip data Dana Moneter Internasional (IMF), setidaknya ada sembilan negara pernah bangkrut terhitung sejak 2019. Kebanyakan adalah negara berkembang. Berikut detailnya:

1. Argentina (Juara Dunia Default)

Argentina adalah contoh klasik bagaimana krisis utang bisa menjadi "penyakit kronis". Lantaran seringnya gagal bayar utang, negara ini dikenal sebagai "juara dunia default".

•Default besar: 2001 (terbesar dalam sejarah saat itu), disusul 2014 dan 2020.
•Masalah utama: utang dolar besar, inflasi kronis, kebijakan fiskal populis, dan krisis kepercayaan pasar
•Dampak: pembekuan bank, kemiskinan melonjak, dan nilai mata uang anjlok.

Argentina membuktikan bahwa default bukan akhir masalah, justru bisa menjadi siklus berulang bila reformasi struktural gagal.

Sejatinya, negara ini belum pulih sepenuhnya dari "penyakit kronis". Solusi yang telah diambil adalah restrukturisasi utang (potong nilai dan perpanjang tenor), bailout IMF, dan mengontrol nilai mata uang dan subsidi.

Namun, yang jadi masalah reformasinya setengah-setengah. Saban ganti rezim, kebijakannya pun berubah.

2. Yunani (Negara Bangkrut di Jantung Eropa)

Krisis finansial dialami Yunani pada 2010 hingga 2015. Krisis ini telah mengguncang Uni Eropa.

•Default besar: 2012 dengan rasio utang >180% PDB.
•Masalah utama: defisit fiskal kronis, data anggaran yang dimanipulasi, kehilangan kedaulatan moneter karena euro.
•Dampak: Gaji dan pensiun dipotong, pengangguran massal, dan migrasi tenaga muda.

Secara teknis, Yunani saat itu mengalami "default parsial", tapi dampaknya nyata seperti resesi panjang, pengangguran massal, dan instabilitas politik.

Solusi yang telah diambil adalah bailout Uni Eropa dan IMF ratusan miliar euro, penghematan ekstrem, serta reformasi pajak dan birokrasi.

Kondisi Yunani sekarang secara teknis sudah pulih, tapi kedaulatan ekonomi berkurang.

3. Lebanon (Sistem Keuangan Runtuh)

Negara Timur Tengah ini juga pernah mengalami kebangkrutan karena berbagai masalah, termasuk korupsi yang merajalela.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inti Kunjungan PM Modi:...
Inti Kunjungan PM Modi: India Akan Pasok Rudal BrahMos dan Astra ke Indonesia
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
Kunjungan PM India ke...
Kunjungan PM India ke Indonesia Jadi Momentum Perkuat Dialog Perlindungan Minoritas
KKB Papua Tembak Mati...
KKB Papua Tembak Mati Pilot Nicholas F Goselin lalu Salahkan AS dan Indonesia, Amerika Bungkam
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
China Uji Coba Rudal...
China Uji Coba Rudal Nuklir dari Kapal Selam, AS hingga Australia Panik
Harga Minyak Dunia Mendidih...
Harga Minyak Dunia Mendidih usai Trump Sebut MoU Perjanjian Damai dengan Iran Berakhir
Rekomendasi
Bangun Pendidikan Hukum,...
Bangun Pendidikan Hukum, Peradi Profesional Gandeng 112 PTN dan PTS se- Indonesia
Samsung dan Google Mulai...
Samsung dan Google Mulai Serang Apple dengan Fitur Ini
Pengamanan di Polda...
Pengamanan di Polda Metro Diperketat usai Penggeledahan, Puluhan Brimob Bersenjata Siaga
Berita Terkini
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dikuburkan Hari Ini di Tengah Serangan AS terhadap Iran
Infografis
Siapa Saja Pemimpin...
Siapa Saja Pemimpin Negara yang Pernah Ditangkap AS?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved