Pemberontak Baloch Mengamuk, Klaim Habisi 84 Orang Pasukan Pakistan, 18 Disandera

Minggu, 01 Februari 2026 - 12:36 WIB
loading...
Pemberontak Baloch Mengamuk,...
Kelompok pemberontak Tentara Pembebasan Baloch melakukan serangan besar-besaran, klaim menewaskan 84 orang pasukan Pakistan. Foto/Bhaskar English
A A A
ISLAMABAD - Sebanyak 84 orang dari pasukan Pakistan, yang terdiri dari tentara militer, polisi, dan personel badan intelijen, serta unit kontra-terorisme telah tewas dalam serangan kelompok pemberontak Tentara Pembebasan Baloch (BLA). Jumlah kematian sebanyak itu merupakan klaim BLA pada hari Sabtu, yang menamakan serangannya sebagai "Operasi Herof Fase II".

Dalam sebuah pernyataan, BLA mengeklaim bahwa para anggotanya melakukan serangkaian serangan terkoordinasi di berbagai distrik Balochistan. Kelompok tersebut mengatakan bahwa serangan terjadi selama 10 jam dan menargetkan instalasi keamanan, militer, dan administrasi di berbagai kota di seluruh provinsi. Beberapa video di media sosial memverifikasi klaim ini.

Baca Juga: Bom Bunuh Diri Guncang Markas Paramiliter Pakistan, 6 Orang Tewas

Menurut pernyataan yang dikaitkan dengan juru bicara BLA, Jeeyand Baloch, serangan dilakukan di puluhan lokasi di dalam dan sekitar Quetta, Noshki, Mastung, Dalbandin, Kalat, Kharan, Panjgur, Gwadar, Pasni, Turbat, Tump, Buleda, Mangochar, Lasbela, Kech dan Awaran.

BLA mengeklaim bahwa para anggotanya secara bersamaan menyerang apa yang mereka sebut sebagai "struktur militer, administrasi, dan keamanan musuh", dan menegaskan bahwa mereka telah membatasi pergerakan pasukan keamanan Pakistan untuk sementara waktu di beberapa daerah.

Menurut BLA, yang dikutip NDTV, Minggu (1/2/2026), operasi mereka juga menyebabkan puluhan orang pasukan Pakistan terluka dan 18 lainnya disandera. Mereka lebih lanjut mengeklaim bahwa lebih dari 30 properti pemerintah, termasuk kantor, bank, dan penjara, disita atau dihancurkan, dan bahwa lebih dari 20 kendaraan dibakar. Pernyataan itu juga mengatakan bahwa BLA telah menguasai pos dan instalasi tertentu selama bentrokan sengit.

Tidak ada konfirmasi independen langsung atas klaim kelompok pemberontak tersebut.

Otoritas Pakistan, pada saat pernyataan BLA muncul, belum mengeluarkan tanggapan komprehensif yang memverifikasi skala insiden yang dijelaskan. Dalam kasus-kasus sebelumnya yang melibatkan klaim militan di Balochistan, angka korban resmi dan deskripsi peristiwa seringkali berbeda secara signifikan dari yang diberikan oleh kelompok-kelompok bersenjata.

Pernyataan BLA juga mengakui bahwa tujuh anggota mereka sendiri tewas selama operasi tersebut, termasuk anggota dari apa yang mereka sebut sebagai "Brigade Majeed" elite mereka. Kelompok tersebut menggambarkan kematian mereka sebagai bagian dari serangan terkoordinasi terhadap instalasi keamanan dan mengatakan bahwa tindakan mereka membantu mengamankan kendali sementara atas situs-situs yang jadi target.

Tentara Pembebasan Baloch adalah salah satu dari beberapa organisasi militan separatis yang beroperasi di Balochistan, sebuah provinsi yang telah mengalami pemberontakan selama beberapa dekade yang dipicu oleh keluhan atas otonomi politik, kontrol sumber daya, dan pembangunan. Kelompok ini sebelumnya telah mengeklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan keamanan Pakistan, infrastruktur, dan kepentingan asing, khususnya proyek-proyek yang terkait dengan Koridor Ekonomi China-Pakistan.

Balochistan, provinsi terbesar tetapi paling sedikit penduduknya di Pakistan, telah lama menjadi lokasi konflik intensitas rendah antara pemberontak separatis dan negara. Meskipun intensitas kekerasan telah berfluktuasi selama bertahun-tahun, serangan skala besar berkala dan operasi kontra-pemberontakan terus mengganggu kehidupan sehari-hari di beberapa bagian wilayah tersebut.

Tentara Pakistan dan Korps Perbatasan sering disalahkan karena melancarkan represi di luar hukum dan pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga sipil Baloch yang sering menyebabkan penghilangan paksa. Kelompok International Human Rights mengeklaim ribuan warga Baloch telah dibunuh atau diculik secara ilegal oleh Tentara Pakistan atau milisi mereka selama bertahun-tahun.

Dalam pernyataannya, BLA juga mengeklaim dukungan luas dari penduduk setempat selama operasi tersebut, menegaskan bahwa dukungan ini membantu komunikasi dan pergerakan para anggotanya. Klaim semacam itu sulit diverifikasi secara independen, dan para analis mencatat bahwa penduduk sipil di Balochistan telah secara luas mendukung BLA dengan makanan, air, dan tempat berlindung.

Hingga Jumat malam, informasi dari lapangan masih terbatas dan terfragmentasi, dengan komunikasi di beberapa daerah dilaporkan terganggu. Pihak berwenang diharapkan akan merilis detail resmi setelah menilai situasi. BLA mengindikasikan bahwa mereka akan mengeluarkan pembaruan lebih lanjut, menunjukkan bahwa laporan mereka didasarkan pada informasi awal dan angka-angka tersebut dapat berubah.

Situasi di Balochistan tetap tidak menentu, dengan kemungkinan peningkatan langkah-langkah keamanan setelah insiden yang dilaporkan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Rugi Besar Akibat Kalah...
Rugi Besar Akibat Kalah Perang, Trump Minta Tambahan Dana Rp1.572 Triliun
AS dan Israel Jadi Sumber...
AS dan Israel Jadi Sumber Kerusakan, Iran Serukan Tatanan Baru Negara Islam
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Iran Peringatkan Kapal-Kapal:...
Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Rekomendasi
Jokowi Minta Kader PSI...
Jokowi Minta Kader PSI Hidupkan Mesin Partai sampai Tingkat Desa
Survei Puspoll Indonesia,...
Survei Puspoll Indonesia, Kepuasan Publik Atas Kinerja Presiden Prabowo Capai 64,8 Persen
Bareskrim Didesak Pulihkan...
Bareskrim Didesak Pulihkan Hak Korban Penipuan dan Penggelapan Dana Syariah Indonesia
Berita Terkini
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved