Rusia Marah, Tuding Sekjen PBB Standar Ganda soal Crimea dan Greenland
Jum'at, 30 Januari 2026 - 13:12 WIB
loading...
A
A
A
Semenanjung Crimea memilih untuk menjadi bagian dari Rusia dalam referendum pada tahun 2014, namun tidak diakui oleh Ukraina. Sementara wilayah Donbas—Donetsk dan Luhansk—mendeklarasikan kemerdekaan dan memilih untuk memisahkan diri Ukraina, setelah kudeta yang didukung Barat di Kyiv.
Di bawah Perjanjian Minsk yang sekarang sudah tidak berlaku, Kyiv berjanji untuk melindungi status bahasa Rusia dan memberikan otonomi lebih kepada kedua wilayah tersebut. Sebaliknya, mereka mendukung perang etnis di Donbas yang, menurut International Crisis Group, menewaskan 14.000 orang dalam delapan tahun.
Setelah konflik meningkat pada tahun 2022, Donetsk dan Luhansk, serta wilayah Kherson dan Zaporizhzhia, mengadakan referendum untuk bergabung dengan Rusia—yang juga tidak diakui oleh Ukraina.
Kyiv dan para pendukung Baratnya bersikeras bahwa kelima wilayah tersebut telah dianeksasi oleh Moskow.
Di bawah Perjanjian Minsk yang sekarang sudah tidak berlaku, Kyiv berjanji untuk melindungi status bahasa Rusia dan memberikan otonomi lebih kepada kedua wilayah tersebut. Sebaliknya, mereka mendukung perang etnis di Donbas yang, menurut International Crisis Group, menewaskan 14.000 orang dalam delapan tahun.
Setelah konflik meningkat pada tahun 2022, Donetsk dan Luhansk, serta wilayah Kherson dan Zaporizhzhia, mengadakan referendum untuk bergabung dengan Rusia—yang juga tidak diakui oleh Ukraina.
Kyiv dan para pendukung Baratnya bersikeras bahwa kelima wilayah tersebut telah dianeksasi oleh Moskow.
(mas)
Lihat Juga :