AS Kirim Pesan Rahasia ke Israel: Inilah Waktu Kapan Serangan ke Iran Dimulai
Kamis, 29 Januari 2026 - 11:23 WIB
loading...
A
A
A
Dia mendesak Teheran untuk membuat kesepakatan tentang masa depan program nuklirnya. "Atau serangan berikutnya akan jauh lebih buruk," lanjut Trump.
Menanggapi unggahan Trump tentang persiapan pasukan AS untuk kemungkinan serangan, misi Teheran untuk PBB mengatakan di platform X: “Iran siap untuk dialog berdasarkan rasa hormat dan kepentingan bersama—TETAPI JIKA DIPAKSA, IA AKAN MEMBELA DIRI DAN MERESPONS SEPERTI BELUM PERNAH TERJADI SEBELUMNYA!”
Dalam ancaman terbarunya, Trump tidak menyebutkan penindakan mematikan bulan ini terhadap protes anti-pemerintah Iran, tetapi mengatakan Iran perlu menegosiasikan kesepakatan tentang program nuklirnya, yang diyakini Barat bertujuan untuk membuat bom atom.
Trump belum mengesampingkan kemungkinan serangan setelah penindakan terhadap protes yang dimulai pada akhir Desember dan mencapai puncaknya pada tanggal 8 dan 9 Januari. Iran akui jumlah korban tewas mencapai ribuan dalam gelombang protes tersebut.
Saat ini, sebuah kelompok serang Angkatan Laut AS yang digambarkan Trump sebagai "armada besar" yang dipimpin oleh kapal induk USS Abraham Lincoln sedang bersembunyi di perairan Timur Tengah.
“Semoga Iran segera ‘Datang ke Meja Perundingan’ dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan merata—TANPA SENJATA NUKLIR—kesepakatan yang menguntungkan semua pihak. Waktu hampir habis, ini benar-benar sangat penting!” tulis Trump di Truth Social. “Serangan berikutnya akan jauh lebih buruk! Jangan sampai itu terjadi lagi,” imbuh dia.
Menanggapi unggahan Trump tentang persiapan pasukan AS untuk kemungkinan serangan, misi Teheran untuk PBB mengatakan di platform X: “Iran siap untuk dialog berdasarkan rasa hormat dan kepentingan bersama—TETAPI JIKA DIPAKSA, IA AKAN MEMBELA DIRI DAN MERESPONS SEPERTI BELUM PERNAH TERJADI SEBELUMNYA!”
Dalam ancaman terbarunya, Trump tidak menyebutkan penindakan mematikan bulan ini terhadap protes anti-pemerintah Iran, tetapi mengatakan Iran perlu menegosiasikan kesepakatan tentang program nuklirnya, yang diyakini Barat bertujuan untuk membuat bom atom.
Trump belum mengesampingkan kemungkinan serangan setelah penindakan terhadap protes yang dimulai pada akhir Desember dan mencapai puncaknya pada tanggal 8 dan 9 Januari. Iran akui jumlah korban tewas mencapai ribuan dalam gelombang protes tersebut.
Saat ini, sebuah kelompok serang Angkatan Laut AS yang digambarkan Trump sebagai "armada besar" yang dipimpin oleh kapal induk USS Abraham Lincoln sedang bersembunyi di perairan Timur Tengah.
“Semoga Iran segera ‘Datang ke Meja Perundingan’ dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan merata—TANPA SENJATA NUKLIR—kesepakatan yang menguntungkan semua pihak. Waktu hampir habis, ini benar-benar sangat penting!” tulis Trump di Truth Social. “Serangan berikutnya akan jauh lebih buruk! Jangan sampai itu terjadi lagi,” imbuh dia.
(mas)
Lihat Juga :