AS Kirim Pesan Rahasia ke Israel: Inilah Waktu Kapan Serangan ke Iran Dimulai
Kamis, 29 Januari 2026 - 11:23 WIB
loading...
A
A
A
Dalam unggahan di X, baik dalam bahasa Persia maupun Ibrani, Ali Shamkhani, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, mengatakan: “Serangan terbatas [AS] adalah ilusi. Setiap tindakan militer oleh Amerika, dalam bentuk apa pun dan pada tingkat apa pun, akan dianggap sebagai awal perang, dan tanggapannya akan segera, komprehensif, dan belum pernah terjadi sebelumnya, ditujukan kepada agresor, kepada jantung Tel Aviv, dan kepada semua yang mendukung agresor.”
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga memperingatkan bahwa pasukan Iran akan menanggapi dengan keras setiap operasi militer AS, tetapi tidak mengesampingkan kesepakatan baru tentang program nuklir Teheran.
“Angkatan Bersenjata kami yang gagah berani siap—dengan jari-jari mereka di pelatuk—akan segera dan dengan kuat menanggapi setiap agresi terhadap tanah, udara, dan laut kami tercinta,” tulisnya di di X, seperti dikutip dari Times of Israel, Kamis (29/1/2026).
“Pada saat yang sama, Iran selalu menyambut kesepakatan nuklir yang saling menguntungkan, adil dan merata—dengan kedudukan yang sama, dan bebas dari paksaan, ancaman, dan intimidasi—yang menjamin hak Iran atas teknologi nuklir damai, dan menjamin tidak ada senjata nuklir," paparnya.
Pada hari Rabu, Presiden AS Donald Trump mengancam Teheran dengan serangan yang jauh lebih buruk daripada serangan terhadap tiga fasilitas nuklirnya pada Juni tahun lalu. Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump memperingatkan bahwa "armada besar" sedang mendekati Iran.
"Mereka siap untuk memenuhi misinya dengan cepat dan keras," tulis Trump.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga memperingatkan bahwa pasukan Iran akan menanggapi dengan keras setiap operasi militer AS, tetapi tidak mengesampingkan kesepakatan baru tentang program nuklir Teheran.
“Angkatan Bersenjata kami yang gagah berani siap—dengan jari-jari mereka di pelatuk—akan segera dan dengan kuat menanggapi setiap agresi terhadap tanah, udara, dan laut kami tercinta,” tulisnya di di X, seperti dikutip dari Times of Israel, Kamis (29/1/2026).
“Pada saat yang sama, Iran selalu menyambut kesepakatan nuklir yang saling menguntungkan, adil dan merata—dengan kedudukan yang sama, dan bebas dari paksaan, ancaman, dan intimidasi—yang menjamin hak Iran atas teknologi nuklir damai, dan menjamin tidak ada senjata nuklir," paparnya.
Pada hari Rabu, Presiden AS Donald Trump mengancam Teheran dengan serangan yang jauh lebih buruk daripada serangan terhadap tiga fasilitas nuklirnya pada Juni tahun lalu. Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump memperingatkan bahwa "armada besar" sedang mendekati Iran.
"Mereka siap untuk memenuhi misinya dengan cepat dan keras," tulis Trump.
Lihat Juga :