AS Kirim Pesan Rahasia ke Israel: Inilah Waktu Kapan Serangan ke Iran Dimulai

Kamis, 29 Januari 2026 - 11:23 WIB
loading...
AS Kirim Pesan Rahasia...
AS telah mengirim pesan rahasia ke Israel berisi uraian waktu tentang serangan militer terhadap Iran. Foto/USNI News
A A A
TEL AVIV - Amerika Serikat (AS) telah mengirim pesan rahasia ke Israel mengenai persiapannya untuk kemungkinan serangan militer terhadap Iran. Hal itu diungkap media Zionis, Channel 14.

Menurut laporan media tersebut, pesan rahasia AS menyatakan bahwa persiapan untuk serangan tersebut diperkirakan akan selesai dalam waktu sekitar dua minggu. Sedangkan kesempatan yang tepat untuk melaksanakannya dapat muncul dalam beberapa bulan mendatang.

Baca Juga: Negara NATO: Nasib Rezim Iran Tinggal Menghitung Hari

Pihak Amerika menambahkan bahwa ini tidak berarti mereka menunggu persiapan selesai. Dari sudut pandang mereka, serangan tersebut bahkan dapat terjadi lebih cepat jika Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah tersebut, meskipun opsi ini tampaknya tidak sedang dipertimbangkan saat ini.

Namun, Amerika Serikat saat ini terus memperkuat pasukan militernya di Timur Tengah, sebagai persiapan untuk kemungkinan serangan terhadap Iran.

Saat ini terdapat pengerahan pasukan AS yang luas dan belum pernah terjadi sebelumnya di lapangan, yang memberikan kebebasan hampir penuh kepada militer Amerika untuk melakukan operasi militer.

Sementara itu, para pejabat Iran mengeluarkan ancaman serangan terhadap situs-situs sensitif Israel, termasuk jantung kota Tel Aviv, jika negara Islam itu diserang AS. Menurut para pejabat tersebut, Israel akan merasakan pembalasan yang belum pernah terjadi sebelumnya jika perang benar-benar pecah.

Dalam unggahan di X, baik dalam bahasa Persia maupun Ibrani, Ali Shamkhani, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, mengatakan: “Serangan terbatas [AS] adalah ilusi. Setiap tindakan militer oleh Amerika, dalam bentuk apa pun dan pada tingkat apa pun, akan dianggap sebagai awal perang, dan tanggapannya akan segera, komprehensif, dan belum pernah terjadi sebelumnya, ditujukan kepada agresor, kepada jantung Tel Aviv, dan kepada semua yang mendukung agresor.”

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga memperingatkan bahwa pasukan Iran akan menanggapi dengan keras setiap operasi militer AS, tetapi tidak mengesampingkan kesepakatan baru tentang program nuklir Teheran.

“Angkatan Bersenjata kami yang gagah berani siap—dengan jari-jari mereka di pelatuk—akan segera dan dengan kuat menanggapi setiap agresi terhadap tanah, udara, dan laut kami tercinta,” tulisnya di di X, seperti dikutip dari Times of Israel, Kamis (29/1/2026).

“Pada saat yang sama, Iran selalu menyambut kesepakatan nuklir yang saling menguntungkan, adil dan merata—dengan kedudukan yang sama, dan bebas dari paksaan, ancaman, dan intimidasi—yang menjamin hak Iran atas teknologi nuklir damai, dan menjamin tidak ada senjata nuklir," paparnya.

Pada hari Rabu, Presiden AS Donald Trump mengancam Teheran dengan serangan yang jauh lebih buruk daripada serangan terhadap tiga fasilitas nuklirnya pada Juni tahun lalu. Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump memperingatkan bahwa "armada besar" sedang mendekati Iran.

"Mereka siap untuk memenuhi misinya dengan cepat dan keras," tulis Trump.

Dia mendesak Teheran untuk membuat kesepakatan tentang masa depan program nuklirnya. "Atau serangan berikutnya akan jauh lebih buruk," lanjut Trump.

Menanggapi unggahan Trump tentang persiapan pasukan AS untuk kemungkinan serangan, misi Teheran untuk PBB mengatakan di platform X: “Iran siap untuk dialog berdasarkan rasa hormat dan kepentingan bersama—TETAPI JIKA DIPAKSA, IA AKAN MEMBELA DIRI DAN MERESPONS SEPERTI BELUM PERNAH TERJADI SEBELUMNYA!”

Dalam ancaman terbarunya, Trump tidak menyebutkan penindakan mematikan bulan ini terhadap protes anti-pemerintah Iran, tetapi mengatakan Iran perlu menegosiasikan kesepakatan tentang program nuklirnya, yang diyakini Barat bertujuan untuk membuat bom atom.

Trump belum mengesampingkan kemungkinan serangan setelah penindakan terhadap protes yang dimulai pada akhir Desember dan mencapai puncaknya pada tanggal 8 dan 9 Januari. Iran akui jumlah korban tewas mencapai ribuan dalam gelombang protes tersebut.

Saat ini, sebuah kelompok serang Angkatan Laut AS yang digambarkan Trump sebagai "armada besar" yang dipimpin oleh kapal induk USS Abraham Lincoln sedang bersembunyi di perairan Timur Tengah.

“Semoga Iran segera ‘Datang ke Meja Perundingan’ dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan merata—TANPA SENJATA NUKLIR—kesepakatan yang menguntungkan semua pihak. Waktu hampir habis, ini benar-benar sangat penting!” tulis Trump di Truth Social. “Serangan berikutnya akan jauh lebih buruk! Jangan sampai itu terjadi lagi,” imbuh dia.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Putin: Ukraina Minta...
Putin: Ukraina Minta Serangan ke Wilayah Lebih Dalam Dihentikan
Rekomendasi
Sidang Vonis Nadiem...
Sidang Vonis Nadiem Makarim Dijaga 171 Personel Gabungan
Malaysia Prediksi Gejolak...
Malaysia Prediksi Gejolak Harga Energi Berlanjut Dua Tahun ke Depan
Indonesia-Singapura...
Indonesia-Singapura Teken MoU Jaga Lingkungan Hidup
Berita Terkini
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved