Pasukan Khusus Delta Force Culik Maduro, Menlu AS Klaim Bukan Tindakan Perang

Kamis, 29 Januari 2026 - 07:54 WIB
loading...
Pasukan Khusus Delta...
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio membela operasi penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan khusus Delta Force Angkatan Darat AS. Foto/Truth Social @realDonaldTrump
A A A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Marco Rubio membela aksi pasukan khusus Delta Force menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro selama operasi militer singkat di Caracas pada 3 Januari lalu. Rubio mengeklaim operasi tersebut bukanlah tindakan perang dan menggambarkannya sebagai kebutuhan strategis bagi pemerintahan Presiden Donald Trump.

Dalam kesaksiannya di hadapan Komite Hubungan Luar Negeri Senat pada hari Rabu, Rubio memaparkan alasan Washington di balik penangkapan Maduro, yang masih ditahan di New York sambil menghadapi tuduhan perdagangan narkoba dan konspirasi terorisme narkoba.

Baca Juga: AS Gunakan Senjata Misterius saat Culik Maduro, Bikin Tentara Venezuela Muntah Darah

Pada awal sidang Senat, Rubio menggambarkan operasi tersebut sebagai langkah "strategis" dan menepis kekhawatiran yang diangkat oleh para pakar PBB mengenai hukum internasional. Dia menggambarkan Venezuela di bawah Maduro sebagai "basis operasi bagi hampir setiap pesaing, lawan, dan musuh di dunia", dengan menyebutkan dugaan keterkaitan dengan Iran, Rusia, dan Kuba.

"[Keberadaan Maduro dalam kekuasaan] merupakan risiko strategis yang sangat besar bagi Amerika Serikat, bukan di belahan dunia lain, bukan di benua lain, tetapi di belahan bumi tempat kita semua tinggal, dan hal itu berdampak dramatis bagi kita, tetapi juga bagi Kolombia dan Cekungan Karibia serta berbagai tempat lainnya," kata Rubio kepada para anggota Parlemen.

"Ini adalah situasi yang tidak dapat dipertahankan, dan harus diatasi, dan sekarang pertanyaannya adalah apa yang akan terjadi selanjutnya," katanya lagi.

Rubio mengatakan Washington memiliki tiga tujuan di Venezuela. "Yang berpuncak pada fase transisi di mana kita akan memiliki Venezuela yang ramah, stabil, makmur, dan demokratis," paparnya.

Dia juga membela keputusan Presiden Trump untuk terus berinteraksi dengan para pejabat di sekitar Maduro, termasuk Presiden sementara Delcy Rodriguez, daripada langsung mendukung pengambilalihan kekuasaan oleh oposisi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Meningkat Menjadi 1.943 Orang, 10.571 Terluka
Iran Larang Badan Energi...
Iran Larang Badan Energi Atom Periksa Fasilitas Nuklir yang Hancur Diserang AS
Rekomendasi
Semarang Raih Predikat...
Semarang Raih Predikat Kota Transformer Nasional Berkat Kepemimpinan Wali Kota Agustina
KPK Buka Peluang Panggil...
KPK Buka Peluang Panggil Menhut terkait Penerimaan Pelepasan HPT Bupati Kuansing
Waste-to-Energy Dinilai...
Waste-to-Energy Dinilai Efektif Atasi Sampah Nasional, Asal Masyarakat Dilibatkan
Berita Terkini
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved