AS Gunakan Senjata Misterius saat Culik Maduro, Bikin Tentara Venezuela Muntah Darah

Minggu, 11 Januari 2026 - 12:34 WIB
loading...
AS Gunakan Senjata Misterius...
AS diduga gunakan senjata sonik canggih dalam operasi penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang membuat para tentara Venezuela lemas dan muntah darah. Foto/Truth Social @realDonaldTrump
A A A
CARACAS - Amerika Serikat (AS) menggunakan senjata misterius ampuh yang membuat tentara Venezuela berlutut lemas, mimisan, dan muntah darah selama operasi militer kilat yang berujung pada penculikan Presiden Nicolas Maduro di Caracas pada 3 Januari lalu.

Para tentara Venezuela mengungkap penggunaan senjata tak dikenal itu, yang kesaksian mereka diunggah di X oleh Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt pada hari Sabtu.

Baca Juga: Pasukan Khusus AS Diminta Culik Putin seperti Maduro, Ini Jawaban Trump

Dalam wawancara yang mengejutkan, para tentara Venezuela yang bertugas sebagai pengawal menggambarkan bagaimana pasukan Amerika memusnahkan banyak serdadu Caracas tanpa kehilangan satu pun personel, menggunakan teknologi yang belum pernah mereka lihat atau dengar sebelumnya.

“Kami sedang berjaga, tetapi tiba-tiba semua sistem radar kami mati tanpa penjelasan apa pun,” kata salah seorang pengawal. “Hal berikutnya yang kami lihat adalah drone, banyak drone, terbang di atas posisi kami. Kami tidak tahu bagaimana harus bereaksi.”

Beberapa saat kemudian, beberapa helikopter muncul—"hampir delapan", menurut hitungannya—mengerahkan apa yang diperkirakan hanya 20 pasukan AS ke daerah tersebut.

Namun, kata dia, beberapa orang itu datang dengan persenjataan yang jauh lebih ampuh daripada senjata api.

“Mereka sangat maju secara teknologi,” kenang pengawal tersebut. “Mereka tidak terlihat seperti apa pun yang pernah kami lawan sebelumnya.”

Apa yang terjadi selanjutnya, katanya, bukanlah pertempuran, melainkan pembantaian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
Laporan: Sebut Ancaman...
Laporan: Sebut Ancaman Kedaulatan, AS Ambil Langkah Lumpuhkan Mahkamah Pidana Internasional
Jadi Target Pembunuhan,...
Jadi Target Pembunuhan, Trump Bersumpah Musnahkan Iran
Rekomendasi
Pemerintah Bakal Batasi...
Pemerintah Bakal Batasi Konten LGBT, Aturan Teknis Masih Disiapkan
90 Menit yang Bisa Mengubah...
90 Menit yang Bisa Mengubah Takdir Lamine Yamal Jadi Legenda
Penuh Misteri dan Aksi,...
Penuh Misteri dan Aksi, The Thief Lover di V+Short Bikin Ketagihan Nonton
Berita Terkini
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved