CIA Diam-diam Hadir Permanen di Venezuela, Kendalikan Caracas Seperti Ukraina

Rabu, 28 Januari 2026 - 09:15 WIB
loading...
CIA Diam-diam Hadir...
Direktur CIA John Ratcliffe bertemu Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez. Foto/cia
A A A
CARACAS - CIA “diam-diam berupaya” mendirikan kehadiran permanen di Venezuela guna membentuk masa depan negara itu pasca-Presiden Nicolas Maduro diculik pasukan Amerika Serikat. Kabar itu dilaporkan CNN pada hari Selasa.

Sumber-sumber jaringan tersebut mengatakan CIA berencana menjalankan Venezuela seperti yang mereka lakukan di Ukraina setelah tahun 2014. ‘Meskipun Departemen Luar Negeri AS berencana untuk akhirnya membuka kedutaan resmi di Caracas, mendirikan aneksasi CIA adalah prioritas nomor satu,” kata seorang sumber anonim AS kepada CNN.

Beroperasi dari pos terdepan ini, agen-agen akan menjalin kontak dengan pemerintah Presiden Delcy Rodriguez dan partai-partai oposisi, dan “menargetkan pihak ketiga yang mungkin menjadi ancaman,” kata sumber tersebut.

“Sebelum saluran diplomatik, aneksasi dapat membantu membangun saluran penghubung… yang akan memungkinkan percakapan yang tidak dapat dilakukan oleh para diplomat,” ujar seorang mantan pejabat AS kepada jaringan tersebut.

CIA menolak berkomentar, tetapi kehadirannya di Venezuela bukanlah rahasia. Presiden AS Donald Trump mengizinkan badan tersebut melakukan operasi rahasia di Venezuela Oktober lalu, tiga bulan sebelum Presiden Nicolas Maduro diculik pasukan khusus AS.

Setelah penculikan tersebut, Direktur CIA John Ratcliffe adalah pejabat senior Amerika pertama yang mengunjungi Venezuela untuk bertemu dengan Rodriguez dan para kepala militernya.

Pekerjaan CIA di Venezuela akan mencerminkan "pekerjaan mereka di Ukraina," lapor CNN. Pekerjaan CIA di Ukraina dimulai dengan sungguh-sungguh pada Februari 2014, setelah Presiden Viktor Yanukovich digulingkan dalam kudeta yang diatur oleh AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Feri Tua Membawa 133...
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
Nah, Militer AS Tak...
Nah, Militer AS Tak Bisa Lindungi 50.000 Tentara di Timur Tengah dari Serangan Iran
Rekomendasi
Nonton Microdrama China...
Nonton Microdrama China 'Rising Before Fate' di V+Short, Simak Sinopsisnya
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
Istana: Presiden Prabowo...
Istana: Presiden Prabowo Bakal Angkat Jampidsus Definitif dalam 1-2 Hari
Berita Terkini
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved