Kapal Perang AS Sambangi Pangkalan AL Kamboja yang Didanai China
Senin, 26 Januari 2026 - 15:51 WIB
loading...
A
A
A
Kementerian Luar Negeri China tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Pangkalan Angkatan Laut Ream mengoperasikan pusat logistik dan pelatihan bersama—yang dikelola oleh militer China dan Kamboja—pada bulan April lalu menjadi pangkalan luar negeri kedua China yang diakui secara publik.
Beijing mengatakan fasilitas tersebut tidak ditujukan untuk pihak ketiga, sementara Phnom Penh menekankan bahwa pangkalan tersebut sepenuhnya berada di bawah kedaulatan dan kendalinya.
Kehadiran militer China di Kamboja membantu Beijing memproyeksikan dan mempertahankan kekuasaannya di Laut China Selatan, di mana negara-negara regional memiliki klaim kedaulatan yang tumpang tindih yang sering menyebabkan bentrokan antara kekuatan maritim yang bersaing. Sementara itu, AS telah mempertahankan kehadiran militernya di perairan yang disengketakan tersebut untuk menegaskan kebebasan navigasi.
Menurut Angkatan Laut AS, para awak kapal USS Cincinnati akan melakukan berbagai kegiatan selama berada di Pangkalan Angkatan Laut Ream, termasuk tur kapal, pertukaran ahli, dan pertemuan dengan para pemimpin kunci untuk meningkatkan kemitraan maritim bilateral.
Kunjungan pelabuhan ini juga menandai kali kedua sejak Desember 2024 sebuah kapal tempur pesisir varian Independence mengunjungi negara Asia Tenggara tersebut, yakni ketika USS Savannah dikirim ke Sihanoukville, yang mencerminkan "kemitraan jangka panjang" kedua belah pihak.
Pangkalan Angkatan Laut Ream mengoperasikan pusat logistik dan pelatihan bersama—yang dikelola oleh militer China dan Kamboja—pada bulan April lalu menjadi pangkalan luar negeri kedua China yang diakui secara publik.
Beijing mengatakan fasilitas tersebut tidak ditujukan untuk pihak ketiga, sementara Phnom Penh menekankan bahwa pangkalan tersebut sepenuhnya berada di bawah kedaulatan dan kendalinya.
Kehadiran militer China di Kamboja membantu Beijing memproyeksikan dan mempertahankan kekuasaannya di Laut China Selatan, di mana negara-negara regional memiliki klaim kedaulatan yang tumpang tindih yang sering menyebabkan bentrokan antara kekuatan maritim yang bersaing. Sementara itu, AS telah mempertahankan kehadiran militernya di perairan yang disengketakan tersebut untuk menegaskan kebebasan navigasi.
Menurut Angkatan Laut AS, para awak kapal USS Cincinnati akan melakukan berbagai kegiatan selama berada di Pangkalan Angkatan Laut Ream, termasuk tur kapal, pertukaran ahli, dan pertemuan dengan para pemimpin kunci untuk meningkatkan kemitraan maritim bilateral.
Kunjungan pelabuhan ini juga menandai kali kedua sejak Desember 2024 sebuah kapal tempur pesisir varian Independence mengunjungi negara Asia Tenggara tersebut, yakni ketika USS Savannah dikirim ke Sihanoukville, yang mencerminkan "kemitraan jangka panjang" kedua belah pihak.
Lihat Juga :