Kapal Perang AS Sambangi Pangkalan AL Kamboja yang Didanai China

Senin, 26 Januari 2026 - 15:51 WIB
loading...
A A A
Kapal tempur pesisir atau LCS dirancang untuk beroperasi dekat pantai dan di perairan dangkal, berfungsi sebagai platform misi yang cepat, lincah, dan terfokus, menurut Angkatan Laut AS. Kapal-kapal ini hadir dalam dua varian: varian Freedom dan varian Independence.

Di Sokhemra, wakil komandan Pangkalan Angkatan Laut Ream, mengatakan kepada wartawan bahwa pelabuhan tersebut siap untuk kapal asing mana pun—baik AS, Australia, atau Jepang—yang ingin berlabuh.

Jepang, sekutu perjanjian utama AS, adalah negara asing pertama yang mengunjungi Pangkalan Angkatan Laut Ream yang telah di-upgrade, mengirimkan dua kapal Angkatan Laut untuk kunjungan pelabuhan pada April lalu. Bulan berikutnya, militer China mengerahkan pasukan dan sebuah kapal ke pangkalan tersebut untuk latihan perang bilateral.

Menurut laporan Pentagon, militer China terus-menerus menempatkan dua kapal Angkatan Laut secara bergantian di Pangkalan Angkatan Laut Ream sebelum pembukaan fasilitas militer gabungan tersebut.

"China berupaya membangun lokasi sebagai bagian dari jaringan logistik dan pangkalan global untuk memungkinkan PLA [Tentara Pembebasan Rakyat] memproyeksikan dan mempertahankan kekuatan militer pada jarak yang lebih jauh," bunyi laporan Pentagon.

Masih harus dilihat apakah Angkatan Laut AS akan melakukan kunjungan pelabuhan tambahan di Pangkalan Angkatan Laut Ream untuk memberi sinyal kehadirannya di Laut China Selatan di tengah kegigihan China dalam mengeklaim wilayah sengketa tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Iran Bantah Serang Bandara...
Iran Bantah Serang Bandara Kuwait, Tuding Sistem Patriot AS Jadi Penyebab
Abaikan Trump, Israel...
Abaikan Trump, Israel Terus Gempur Lebanon
Rekomendasi
Dari Suara Tawa hingga...
Dari Suara Tawa hingga Sosok di Atas Pohon, Ini Pengalaman Paling membekas bagi Angga ABK!
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
Berita Terkini
Jaksa ICC Karim Khan...
Jaksa ICC Karim Khan Diskors karena Tuduhan Pelanggaran Etika
Iran akan Bangun PLTN...
Iran akan Bangun PLTN di 5 Lokasi Pesisir
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved