Discombobulator, Senjata Rahasia AS yang Lumpuhkan Alat Tempur Venezuela saat Penculikan Maduro

Senin, 26 Januari 2026 - 14:47 WIB
loading...
Discombobulator, Senjata...
Presiden Donald Trump sebut AS gunakan senjata rahasia The Discombobulator untuk melumpuhkan peralatan tempur Venezuela selama penculikan Presiden Nicolas Maduro pada 3 Januari lalu. Foto/Times of Islamabad
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat (AS) menggunakan senjata rahasia yang dia sebut "The Discombobulator" untuk melumpuhkan peralatan tempur Venezuela ketika pasukan khusus Delta Force menculik Presiden Nicolas Maduro di Caracas pada 3 Januari lalu.

Trump juga memperbarui ancamannya untuk melakukan serangan militer darat terhadap kartel narkoba, termasuk di Meksiko.

Trump menyampaikan komentar tersebut dalam sebuah wawancaranya dengan The New York Post.

Presiden Republikan itu mengomentari laporan sejumlah media sebelumnya yang menyebut AS memiliki senjata "energi berdenyut". Ada juga yang menyebutnya sebagai senjata sonik.

Baca Juga: Begini Cara Pasukan Khusus Delta Force dan CIA Amerika Menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro

"The Discombobulator. Saya tidak diizinkan untuk membicarakannya," kata Trump tentang senjata misterius tersebut.

Dia membenarkan bahwa senjata itulah yang membuat peralatan tempur Venezuela tidak berfungsi.

"Mereka tidak pernah meluncurkan roket mereka. Mereka memiliki roket Rusia dan China, dan mereka tidak pernah meluncurkan satu pun," kata Trump dalam wawancara tersebut.

"Kami datang, mereka menekan tombol dan tidak ada yang berfungsi. Mereka sudah siap untuk kami," paparnya, yang dikutip AP, Senin (26/1/2026).

Trump sebelumnya mengatakan ketika menggambarkan penggerebekan di kompleks tempat persembunyian Maduro bahwa AS telah mematikan "hampir semua lampu di Caracas", tetapi dia tidak merinci bagaimana mereka melakukannya.

Presiden Amerika itu juga mengindikasikan bahwa AS akan melanjutkan kampanye serangan militernya dan dapat memperluasnya dari Amerika Selatan ke Amerika Utara seiring upaya pemerintah untuk menargetkan kartel narkoba.

"Kami tahu rute mereka. Kami tahu segalanya tentang mereka. Kami tahu rumah mereka. Kami tahu segalanya tentang mereka," kata Trump. "Kami akan menyerang kartel-kartel itu."

Ketika ditanya apakah serangan itu bisa terjadi di Amerika Tengah atau Meksiko, Trump berkata: "Bisa di mana saja."

Pada hari Jumat lalu, AS melakukan serangan terhadap sebuah kapal yang diduga terlibat perdagangan narkoba di Samudra Pasifik bagian timur, tindakan pertama sejak penculikan Maduro.

Ini menandai setidaknya 36 serangan yang diketahui terhadap kapal-kapal di Karibia dan Pasifik timur sejak awal September yang telah menewaskan sedikitnya 117 orang.

Trump mengatakan AS telah memindahkan minyak dari tujuh kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela yang telah disita, tetapi tidak akan mengungkapkan di mana kapal-kapal itu sekarang berada.

"Saya tidak diizinkan untuk memberi tahu Anda," kata Trump. "Tapi begini saja, mereka tidak punya minyak. Kami ambil minyaknya."

Selama wawancara, presiden juga mengatakan bahwa dia masih mencoba mencari tahu di mana akan menggantung Hadiah Nobel Perdamaian milik pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, yang telah diberikan kepadanya awal bulan ini. Hadiah itu bersandar pada patung di Oval Office.

Lebih lanjut, Trump mengatakan kepada The New York Post bahwa kerangka kesepakatan keamanan Arktik yang dia buat dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte akan memberi AS kepemilikan atas tanah tempat pangkalan Amerika berada.

"Kami akan mendapatkan semua yang kami inginkan," kata Trump. "Kami sedang melakukan beberapa pembicaraan menarik."

Sebagian besar kesepakatan potensial masih belum jelas. Para pemimpin Denmark dan Greenland mengatakan kedaulatan pulau itu tidak dapat dinegosiasikan dan juru bicara NATO mengatakan Rutte, dalam percakapannya dengan Trump, tidak mengusulkan "kompromi apa pun terhadap kedaulatan".
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Berunding di Qatar 30 Juni
Rekomendasi
Tito Dorong Penguatan...
Tito Dorong Penguatan BNPP RI untuk Percepatan Pembangunan dan Keamanan Perbatasan
Purbaya Isyaratkan Marketplace...
Purbaya Isyaratkan Marketplace Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli 2026
Modus Judi Online di...
Modus Judi Online di Hayam Wuruk Samarkan Aktivitas sebagai Perusahaan Teknologi
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
9 Keunggulan Kapal Selam...
9 Keunggulan Kapal Selam Mini Iran yang Membuat Kapal Induk AS Menjauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved