Profil Jenderal Zhang Youxia, Orang Dekat Xi Jinping yang Dituduh Bocorkan Rahasia Senjata Nuklir China ke AS
Senin, 26 Januari 2026 - 13:53 WIB
loading...
Jenderal top China, Zhang Youxia, diselidiki atas tuduhan membocorkan rahasia senjata nuklir negaranya kepada AS. Foto/X @globaltimes
A
A
A
BEIJING - Jenderal Zhang Youxia (75), wakil ketua senior Komisi Militer Pusat (CMC) yang juga orang dekat Presiden China Xi Jinping, sedang diselidiki pihak berwenang setempat. Sumber yang mengetahui masalah ini mengungkap bahwa sang jenderal diselidiki atas tuduhan telah membocorkan rahasia senjata nuklir China kepada Amerika Serikat (AS).
Kementerian Pertahanan China mengumumkan bahwa Zhang sedang diselidiki karena diduga melakukan pelanggaran disiplin dan hukum yang serius, tetapi tidak memberikan detailnya.
Baca Juga: Terungkap, Jenderal Top China Diselidiki karena Bocorkan Rahasia Senjata Nuklir China ke AS
Namun, orang-orang yang mengetahui pengarahan pada Sabtu pagi yang dihadiri oleh para perwira tinggi China mengatakan kepada The Wall Street Journal pada hari Minggu bahwa Zhang telah dituduh berbagi informasi teknis penting tentang senjata nuklir China dengan Washington.
Sumber-sumber tersebut mengatakan Jenderal Zhang juga sedang diselidiki atas dugaan upaya membangun lingkaran pengaruhnya sendiri di dalam CMC, badan pengambilan keputusan militer tertinggi Partai Komunis China, yang menabur perpecahan dalam organisasi tersebut. Upaya itu termasuk praktik menerima suap dalam mempromosikan seorang perwira menjadi menteri pertahanan.
Gu Jun, mantan manajer umum China National Nuclear Corp, perusahaan milik negara yang menjalankan program nuklir China, memberikan beberapa bukti terhadap sang jenderal, kata sumber-sumber yang mengetahui pengarahan tersebut.
Gu sendiri ikut diselidiki atas pelanggaran terhadap Partai Komunis China.
Seorang juru bicara di kedutaan besar China di Washington mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa penyelidikan tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan partai memiliki "pendekatan menyeluruh dan tanpa toleransi dalam memerangi korupsi."
Zhang Youxia merupakan jenderal kelahir 1951. Dia saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Militer Pusat dan anggota Politbiro Partai Komunis China.
Jenderal Zhang dikenal sebagai orang kepercayaan lama Presiden Xi Jinping dan selama bertahun-tahun dianggap sebagai salah satu tokoh paling berkuasa di Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China.
Zhang berasal dari keluarga elite militer-revolusioner, di mana ayahnya merupakan veteran Tentara Merah dan tokoh penting dalam sejarah militer Partai Komunis China. Latar belakang ini memberinya akses awal ke jaringan kekuasaan militer dan partai.
Zhang sendiri merupakan veteran perang China–Vietnam, yang memberinya reputasi sebagai perwira tempur, bukan sekadar birokrat. Pengalaman tempur tersebut menjadi modal penting dalam promosi kariernya.
Dia juga pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Pengembangan Peralatan PLA, yang mengawasi pengadaan senjata, riset dan pengembangan militer, hingga kontrak industri pertahanan.
Para analis percaya bahwa "pembersihan" di internal militer China ini dirancang untuk mereformasi militer dan untuk memastikan loyalitas kepada Xi Jinping, yang merupakan Ketua CMC. Ini merupakan bagian dari upaya anti-korupsi yang lebih luas yang telah menghukum lebih dari 200.000 pejabat sejak Xi Jinping berkuasa pada tahun 2012.
Anggota CMC lainnya, Liu Zhenli, juga telah ditempatkan di bawah penyelidikan oleh Partai Komunis China. Liu adalah Kepala Departemen Staf Gabungan CMC.
Tuduhan pembocoran rahasia senjata nuklir China ini muncul ketika pemerintahan Presiden AS Donald Trump merilis Strategi Pertahanan Nasional baru pada Jumat pekan lalu. Dokumen strategi tersebut mengakui China sebagai kekuatan militer yang menurut Washington perlu dicegah agar tidak mendominasi AS atau sekutunya.
“Ini tidak memerlukan perubahan rezim atau perjuangan eksistensial lainnya,” bunyi dokumen strategi tersebut.
“Sebaliknya, perdamaian yang layak, dengan syarat-syarat yang menguntungkan bagi Amerika tetapi juga dapat diterima dan dijalani oleh China, adalah mungkin.”
Kementerian Pertahanan China mengumumkan bahwa Zhang sedang diselidiki karena diduga melakukan pelanggaran disiplin dan hukum yang serius, tetapi tidak memberikan detailnya.
Baca Juga: Terungkap, Jenderal Top China Diselidiki karena Bocorkan Rahasia Senjata Nuklir China ke AS
Namun, orang-orang yang mengetahui pengarahan pada Sabtu pagi yang dihadiri oleh para perwira tinggi China mengatakan kepada The Wall Street Journal pada hari Minggu bahwa Zhang telah dituduh berbagi informasi teknis penting tentang senjata nuklir China dengan Washington.
Sumber-sumber tersebut mengatakan Jenderal Zhang juga sedang diselidiki atas dugaan upaya membangun lingkaran pengaruhnya sendiri di dalam CMC, badan pengambilan keputusan militer tertinggi Partai Komunis China, yang menabur perpecahan dalam organisasi tersebut. Upaya itu termasuk praktik menerima suap dalam mempromosikan seorang perwira menjadi menteri pertahanan.
Gu Jun, mantan manajer umum China National Nuclear Corp, perusahaan milik negara yang menjalankan program nuklir China, memberikan beberapa bukti terhadap sang jenderal, kata sumber-sumber yang mengetahui pengarahan tersebut.
Gu sendiri ikut diselidiki atas pelanggaran terhadap Partai Komunis China.
Seorang juru bicara di kedutaan besar China di Washington mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa penyelidikan tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan partai memiliki "pendekatan menyeluruh dan tanpa toleransi dalam memerangi korupsi."
Profil Jenderal Zhang Youxia
Zhang Youxia merupakan jenderal kelahir 1951. Dia saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Militer Pusat dan anggota Politbiro Partai Komunis China.
Jenderal Zhang dikenal sebagai orang kepercayaan lama Presiden Xi Jinping dan selama bertahun-tahun dianggap sebagai salah satu tokoh paling berkuasa di Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China.
Zhang berasal dari keluarga elite militer-revolusioner, di mana ayahnya merupakan veteran Tentara Merah dan tokoh penting dalam sejarah militer Partai Komunis China. Latar belakang ini memberinya akses awal ke jaringan kekuasaan militer dan partai.
Zhang sendiri merupakan veteran perang China–Vietnam, yang memberinya reputasi sebagai perwira tempur, bukan sekadar birokrat. Pengalaman tempur tersebut menjadi modal penting dalam promosi kariernya.
Dia juga pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Pengembangan Peralatan PLA, yang mengawasi pengadaan senjata, riset dan pengembangan militer, hingga kontrak industri pertahanan.
Para analis percaya bahwa "pembersihan" di internal militer China ini dirancang untuk mereformasi militer dan untuk memastikan loyalitas kepada Xi Jinping, yang merupakan Ketua CMC. Ini merupakan bagian dari upaya anti-korupsi yang lebih luas yang telah menghukum lebih dari 200.000 pejabat sejak Xi Jinping berkuasa pada tahun 2012.
Anggota CMC lainnya, Liu Zhenli, juga telah ditempatkan di bawah penyelidikan oleh Partai Komunis China. Liu adalah Kepala Departemen Staf Gabungan CMC.
Tuduhan pembocoran rahasia senjata nuklir China ini muncul ketika pemerintahan Presiden AS Donald Trump merilis Strategi Pertahanan Nasional baru pada Jumat pekan lalu. Dokumen strategi tersebut mengakui China sebagai kekuatan militer yang menurut Washington perlu dicegah agar tidak mendominasi AS atau sekutunya.
“Ini tidak memerlukan perubahan rezim atau perjuangan eksistensial lainnya,” bunyi dokumen strategi tersebut.
“Sebaliknya, perdamaian yang layak, dengan syarat-syarat yang menguntungkan bagi Amerika tetapi juga dapat diterima dan dijalani oleh China, adalah mungkin.”
(mas)
Lihat Juga :