Israel Tarik 700 Kendaraan China dari Militer Terkait Risiko Spionase

Minggu, 25 Januari 2026 - 13:03 WIB
loading...
Israel Tarik 700 Kendaraan...
Israel menarik 700 kendaraan buatan China dari militer karena berisiko jadi alat spionase. Foto/David Cohen/Flash90
A A A
JAKARTA - Militer Israel menarik ratusan kendaraan buatan China dari para perwiranya sejak akhir 2025, menyusul kekhawatiran serius terkait potensi spionase dan kebocoran data sensitif. Keputusan tersebut dikeluarkan langsung oleh Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Israel (IDF), Letnan Jenderal Eyal Zamir, sebagai bagian dari langkah pengamanan terhadap risiko intelijen yang dinilai semakin meningkat.

Menurut pakar politik China dari Beni Suef University, Mesir, Dr Nadia Helmy, langkah Israel tidak bisa dilepaskan dari kekhawatiran global terhadap teknologi kendaraan pintar asal China.

Baca Juga: Spionase Global China: dari Pangeran Andrew hingga Parlemen Eropa

“Keputusan militer Israel mencerminkan sejauh mana ketakutan bahwa teknologi otomotif China dapat dimanfaatkan untuk memperkuat jaringan spionase digital Beijing,” ujar Nadia dalam analisisnya yang dimuat di Modern Diplomacy, Minggu (25/1/2026).

IDF memerintahkan penarikan sekitar 700 kendaraan buatan China yang sebelumnya digunakan para perwira, termasuk model Chery Tiggo 8 Pro yang sejak 2022 diperuntukkan bagi perwira senior berpangkat kolonel dan letnan kolonel. Selain itu, pengiriman mobil listrik BYD Atto 3 yang direncanakan untuk perwira lainnya juga dibekukan. Proses penarikan dijadwalkan rampung pada kuartal pertama 2026.

Sebelum keputusan penarikan total, militer Israel telah menerapkan sejumlah pembatasan, termasuk melarang kendaraan buatan China memasuki pangkalan militer dan instalasi sensitif. Para pemilik diwajibkan memarkir kendaraan di area khusus di luar perimeter militer.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Israel Bom Lebanon,...
Israel Bom Lebanon, Iran Murka Bakal Kembali Tutup Selat Hormuz
Tok! Senat AS Sahkan...
Tok! Senat AS Sahkan Resolusi Hentikan Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Perkuat Daya Saing,...
Perkuat Daya Saing, LOTTE Chemical Indonesia Raih Tiga Sertifikasi ISO
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Hijaukan Kaltim! Aksi...
Hijaukan Kaltim! Aksi Nyata Pegadaian Tanam 2.000 Pohon Demi Masa Depan
Berita Terkini
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Infografis
15 Negara dengan Militer...
15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved