Israel Tarik 700 Kendaraan China dari Militer Terkait Risiko Spionase
Minggu, 25 Januari 2026 - 13:03 WIB
loading...
A
A
A
Kekhawatiran Spionase
Tekanan dari Amerika Serikat disebut turut memperkuat langkah Israel. Washington saat ini tengah memandang kendaraan listrik dan pintar China sebagai ancaman keamanan nasional dalam konteks perang dagang dan teknologi.
“Langkah Israel sejalan dengan meningkatnya peringatan global bahwa mobil pintar China bisa berfungsi sebagai platform pengumpulan intelijen,” ujar Nadia.
Di sisi lain, hubungan intelijen Israel dan China juga memburuk sepanjang 2025–2026. Ketegangan meningkat setelah China pada Januari 2026 melarang perusahaan dalam negerinya menggunakan perangkat lunak keamanan siber buatan Israel dan Amerika Serikat, termasuk produk dari Check Point, CyberArk, dan Cato Networks. Pemerintah China berdalih larangan tersebut didasarkan pada alasan keamanan nasional dan kekhawatiran adanya backdoor.
Menurut Nadia, krisis intelijen ini mencerminkan rivalitas teknologi yang semakin tajam. “Larangan China terhadap perusahaan keamanan siber Israel menunjukkan bahwa kecurigaan tidak hanya datang dari Tel Aviv, tetapi juga dari Beijing,” ujarnya.
Israel juga mengaitkan kekhawatiran tersebut dengan sejumlah kasus spionase sebelumnya, termasuk dugaan penyadapan melalui hadiah dari Kedutaan Besar China pada 2022 yang dikenal sebagai insiden “Chocolate Cups", meski klaim itu dibantah keras oleh Beijing.
Selain itu, pusat riset keamanan Israel terus mengawasi investasi China di sektor infrastruktur strategis seperti Pelabuhan Haifa, yang dikhawatirkan dapat menjadi pintu masuk aktivitas intelijen terhadap kemampuan militer Israel dan teknologi Amerika Serikat.
(mas)
Lihat Juga :