Setelah Venezuela, AS Kini Berupaya Gulingkan Rezim Kuba, Havana Siap Perang

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:40 WIB
loading...
Setelah Venezuela, AS...
Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez. Foto/dewan federasi rusia
A A A
WASHINGTON - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara aktif mencari orang dalam di pemerintahan Kuba untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri pemerintahan Komunis. Langkah itu didorong oleh penggulingan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan memandangnya sebagai cetak biru untuk Havana.

Para pejabat melihat ekonomi Kuba "hampir runtuh" dan rezim tersebut sangat rapuh setelah kehilangan pendukung vitalnya di Venezuela, demikian laporan Wall Street Journal, mengutip berbagai sumber.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan Kuba tidak akan lagi menerima minyak atau uang untuk "layanan keamanan" yang diberikannya di negara Amerika Selatan yang kaya minyak itu dan militer AS mulai sekarang akan bertanggung jawab atas perlindungan Venezuela.

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez mengatakan negaranya telah diserang Amerika Serikat selama 66 tahun dan siap membela diri hingga tetes darah terakhir.

Sebelumnya pada hari itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan Kuba tidak akan lagi menerima minyak Venezuela sebagai kompensasi untuk layanan keamanan.

"Kuba tidak menyerang, Kuba telah diserang oleh AS selama 66 tahun. Kuba tidak menimbulkan ancaman. Kuba sedang bersiap untuk mempertahankan tanah air hingga tetes darah terakhir," tegas pemimpin Kuba di X.

Baca juga: Trump Kibarkan Bendera AS di Greenland, Ejek Para Pemimpin Dunia yang Menentangnya
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Macron Rilis Video Trump...
Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!
Rekomendasi
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved