Trump Undang Putin dan China Gabung Dewan Perdamaian Gaza
Selasa, 20 Januari 2026 - 16:49 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto/sputnik
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui telah mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin untuk bergabung Dewan Perdamaian Gaza.
"Dia (Presiden Rusia Vladimir Putin) telah diundang," ungkap presiden AS kepada wartawan, seperti dikutip oleh Reuters.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada hari Senin bahwa Putin telah menerima undangan Trump untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian untuk Gaza.
“Rusia sedang mempelajari semua detail tentang proposal Dewan Perdamaian untuk Gaza dan berharap menjalin kontak dengan AS untuk mengklarifikasi semua nuansa,” tambah Peskov.
Pernyataan itu muncul setelah jurnalis Bloomberg Alex Wickham mengatakan Trump ingin mengadakan upacara penandatanganan untuk Dewan Perdamaian Gaza pada 22 Januari, tetapi negara-negara peserta tertentu masih belum jelas.
“Banyak negara yang diundang ingin Washington menulis ulang ketentuan dokumen tersebut,” kata jurnalis itu.
Selain itu, AS juga mengundang China bergabung dalam dewan tersebut.
“China telah menerima undangan dari Amerika Serikat untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian untuk Gaza,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun pada hari Selasa (20/1/2026).
"China telah menerima undangan dari AS," ujar Guo kepada wartawan.
Pada pertengahan November, Dewan Keamanan PBB menyetujui resolusi yang diajukan AS untuk mendukung rencana komprehensif Presiden AS Donald Trump untuk menyelesaikan situasi di Gaza.
Tiga belas dari 15 anggota dewan memberikan suara mendukung, sementara Rusia dan China abstain.
Rencana AS untuk Gaza mengusulkan administrasi internasional sementara untuk wilayah tersebut dan pembentukan dewan perdamaian yang dipimpin oleh Trump, serta pengerahan pasukan stabilisasi internasional.
Pada 10 Oktober, perjanjian gencatan senjata antara Israel dan gerakan Palestina Hamas mulai berlaku.
Pada 13 Oktober, Trump, Presiden Mesir Abdel Fattah Sisi, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menandatangani deklarasi tentang gencatan senjata Gaza.
Baca juga: Gaza Memasuki Hari ke-100 Gencatan Senjata, Situasi Masih Mengenaskan
"Dia (Presiden Rusia Vladimir Putin) telah diundang," ungkap presiden AS kepada wartawan, seperti dikutip oleh Reuters.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada hari Senin bahwa Putin telah menerima undangan Trump untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian untuk Gaza.
“Rusia sedang mempelajari semua detail tentang proposal Dewan Perdamaian untuk Gaza dan berharap menjalin kontak dengan AS untuk mengklarifikasi semua nuansa,” tambah Peskov.
Pernyataan itu muncul setelah jurnalis Bloomberg Alex Wickham mengatakan Trump ingin mengadakan upacara penandatanganan untuk Dewan Perdamaian Gaza pada 22 Januari, tetapi negara-negara peserta tertentu masih belum jelas.
“Banyak negara yang diundang ingin Washington menulis ulang ketentuan dokumen tersebut,” kata jurnalis itu.
Selain itu, AS juga mengundang China bergabung dalam dewan tersebut.
“China telah menerima undangan dari Amerika Serikat untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian untuk Gaza,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun pada hari Selasa (20/1/2026).
"China telah menerima undangan dari AS," ujar Guo kepada wartawan.
Pada pertengahan November, Dewan Keamanan PBB menyetujui resolusi yang diajukan AS untuk mendukung rencana komprehensif Presiden AS Donald Trump untuk menyelesaikan situasi di Gaza.
Tiga belas dari 15 anggota dewan memberikan suara mendukung, sementara Rusia dan China abstain.
Rencana AS untuk Gaza mengusulkan administrasi internasional sementara untuk wilayah tersebut dan pembentukan dewan perdamaian yang dipimpin oleh Trump, serta pengerahan pasukan stabilisasi internasional.
Pada 10 Oktober, perjanjian gencatan senjata antara Israel dan gerakan Palestina Hamas mulai berlaku.
Pada 13 Oktober, Trump, Presiden Mesir Abdel Fattah Sisi, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menandatangani deklarasi tentang gencatan senjata Gaza.
Baca juga: Gaza Memasuki Hari ke-100 Gencatan Senjata, Situasi Masih Mengenaskan
(sya)
Lihat Juga :