Gaza Memasuki Hari ke-100 Gencatan Senjata, Situasi Masih Mengenaskan

Selasa, 20 Januari 2026 - 15:59 WIB
loading...
Gaza Memasuki Hari ke-100...
Para pedagang menggelar barang dagangan di jalanan di Gaza. Foto/rt
A A A
JALUR GAZA - Gencatan senjata di Gaza yang dimediasi Amerika Serikat (AS) antara Israel dan kelompok pejuang Palestina Hamas telah berlangsung selama 100 hari. Washington telah mengumumkan dimulainya fase selanjutnya dari rencana perdamaiannya.

Gencatan senjata, yang mulai berlaku pada bulan Oktober, merupakan bagian dari fase pertama peta jalan yang diumumkan Presiden AS Donald Trump.

Ketentuannya termasuk gencatan senjata, pembebasan sandera, dan peningkatan bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut.

Menurut laporan yang disampaikan kepada RT pada hari Minggu oleh jurnalis lokal Rami Mughari dari Kota Gaza, beberapa barang kebutuhan pokok seperti makanan, gas untuk memasak, dan bahan bakar menjadi lebih mudah didapatkan selama tiga bulan terakhir, sementara masalah dengan listrik dan air minum masih berlanjut.

Mughari juga mencatat meskipun Israel masih melakukan serangan, situasi keamanan secara keseluruhan di wilayah tersebut telah membaik.

Terlepas dari gencatan senjata tersebut, kedua belah pihak telah berulang kali saling menuduh melakukan pelanggaran.
Otoritas kesehatan setempat melaporkan lebih dari 450 orang telah tewas di Gaza akibat serangan Israel sejak Oktober.

Pada hari Kamis, Trump mengumumkan peralihan ke Fase Dua dari rencana tersebut, yang mencakup pengerahan pasukan keamanan internasional, pelucutan senjata Hamas, dan rekonstruksi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Momen PM Inggris Keir...
Momen PM Inggris Keir Starmer Tak Kuasa Menahan Tangis saat Umumkan Mundur
Rekomendasi
Taufik Hidayat Penyekap...
Taufik Hidayat Penyekap dan Penganiaya Sadis Pacar Tertawa saat Digiring ke Polda Jabar
Warga Jakarta Bangun...
Warga Jakarta Bangun Gerakan Bersama Perangi Polusi Udara
Kajari Serdang Bedagai...
Kajari Serdang Bedagai Diamankan Kejagung, Diduga Tak Profesional
Berita Terkini
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved