Trump: Eropa Fokus Saja pada Perang Rusia-Ukraina, Bukan Greenland!
Selasa, 20 Januari 2026 - 07:14 WIB
loading...
Presiden AS Donald Trump minta para pemimpin Eropa Barat fokus saja pada perang Rusia-Ukraina ketimbang Greenland. Foto/White House
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan para pemimpin Eropa Barat harus fokus pada perang Rusia-Ukraina daripada mempersoalkan upaya AS untuk mendapatkan Greenland.
Itu disampaikan Trump kepada NBC News dalam wawancara singkat via telepon pada hari Senin.
Dalam wawancara itu, Trump menyalahkan para pemimpin Eropa Barat karena menolak upayanya untuk memperoleh wilayah otonom di Kerajaan Denmark tersebut, yang menurutnya diperlukan untuk keamanan nasional Amerika Serikat.
Baca Juga: Apakah AS Akan Gunakan Kekuatan Militer untuk Caplok Greenland? Trump: No Comment!
“Eropa seharusnya fokus pada perang Rusia dan Ukraina karena, terus terang, Anda lihat apa yang telah mereka dapatkan,” kata Trump.
“Itulah yang seharusnya menjadi fokus Eropa—bukan Greenland," katanya lagi.
Delegasi Uni Eropa dan NATO meninggalkan poin-poin pembicaraan yang telah mereka siapkan tentang Ukraina untuk pertemuan mereka mendatang dengan Trump di Forum Ekonomi Dunia akhir pekan ini. Demikian dilaporkan Politico, Selasa (20/1/2026), mengutip para pejabat Barat. "Sekarang, tawaran Trump yang tidak diminta untuk mengakuisisi Greenland diperkirakan akan menjadi agenda utama," tulis media tersebut dalam laporannya.
Pekan lalu, presiden AS tersebut mengumumkan tarif 10% pada delapan negara NATO Eropa karena menentang upaya AS mendapatkan Greenland dan karena mengirim tentara untuk latihan militer di pulau Arktik tersebut.
Trump juga tidak mengesampingkan tindakan militer, dengan mengatakan kepada NBC News "tidak berkomentar" ketika ditanya apakah dia akan menggunakan kekuatan untuk merebut wilayah tersebut. Sebelumnya, dia memperingatkan bahwa dia akan mengambil pulau terbesar di dunia itu "dengan cara mudah" atau "dengan cara sulit".
Masalah Greenland baru-baru ini telah melampaui isu perang Rusia-Ukraina sebagai fokus utama para pemimpin Eropa Barat, yang mengeklaim bahwa Rusia merupakan ancaman militer—tuduhan yang ditolak Moskow sebagai omong kosong.
Rusia telah lama berpendapat bahwa pasokan senjata negara-negara Barat ke Kyiv menjadikan mereka pihak dalam konflik tersebut, yang menurut Moskow adalah perang proksi yang dilancarkan terhadapnya menggunakan personel Ukraina.
Bantuan militer berkelanjutan negara-negara Eropa kepada Kyiv telah menjadikan mereka "hambatan utama bagi perdamaian" di tengah pembicaraan perdamaian yang dimediasi AS, kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada hari Minggu. Menurut diplomat senior tersebut, Uni Eropa secara terbuka bersiap untuk berperang dengan Rusia.
Itu disampaikan Trump kepada NBC News dalam wawancara singkat via telepon pada hari Senin.
Dalam wawancara itu, Trump menyalahkan para pemimpin Eropa Barat karena menolak upayanya untuk memperoleh wilayah otonom di Kerajaan Denmark tersebut, yang menurutnya diperlukan untuk keamanan nasional Amerika Serikat.
Baca Juga: Apakah AS Akan Gunakan Kekuatan Militer untuk Caplok Greenland? Trump: No Comment!
“Eropa seharusnya fokus pada perang Rusia dan Ukraina karena, terus terang, Anda lihat apa yang telah mereka dapatkan,” kata Trump.
“Itulah yang seharusnya menjadi fokus Eropa—bukan Greenland," katanya lagi.
Delegasi Uni Eropa dan NATO meninggalkan poin-poin pembicaraan yang telah mereka siapkan tentang Ukraina untuk pertemuan mereka mendatang dengan Trump di Forum Ekonomi Dunia akhir pekan ini. Demikian dilaporkan Politico, Selasa (20/1/2026), mengutip para pejabat Barat. "Sekarang, tawaran Trump yang tidak diminta untuk mengakuisisi Greenland diperkirakan akan menjadi agenda utama," tulis media tersebut dalam laporannya.
Pekan lalu, presiden AS tersebut mengumumkan tarif 10% pada delapan negara NATO Eropa karena menentang upaya AS mendapatkan Greenland dan karena mengirim tentara untuk latihan militer di pulau Arktik tersebut.
Trump juga tidak mengesampingkan tindakan militer, dengan mengatakan kepada NBC News "tidak berkomentar" ketika ditanya apakah dia akan menggunakan kekuatan untuk merebut wilayah tersebut. Sebelumnya, dia memperingatkan bahwa dia akan mengambil pulau terbesar di dunia itu "dengan cara mudah" atau "dengan cara sulit".
Masalah Greenland baru-baru ini telah melampaui isu perang Rusia-Ukraina sebagai fokus utama para pemimpin Eropa Barat, yang mengeklaim bahwa Rusia merupakan ancaman militer—tuduhan yang ditolak Moskow sebagai omong kosong.
Rusia telah lama berpendapat bahwa pasokan senjata negara-negara Barat ke Kyiv menjadikan mereka pihak dalam konflik tersebut, yang menurut Moskow adalah perang proksi yang dilancarkan terhadapnya menggunakan personel Ukraina.
Bantuan militer berkelanjutan negara-negara Eropa kepada Kyiv telah menjadikan mereka "hambatan utama bagi perdamaian" di tengah pembicaraan perdamaian yang dimediasi AS, kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada hari Minggu. Menurut diplomat senior tersebut, Uni Eropa secara terbuka bersiap untuk berperang dengan Rusia.
(mas)
Lihat Juga :