Siapa yang Menguasai Greenland Akan Jadi Pemimpin Dunia? Ini 5 Alasannya

Senin, 19 Januari 2026 - 14:06 WIB
loading...
A A A

3. Masih Belum Banyak Dieksplorasi

Namun, penambangan di Greenland saat ini sebagian besar tidak ada.

Hanya ada dua tambang di pulau itu - satu untuk rubi, yang sedang mencari investor baru, dan yang lainnya untuk anortosit, batuan yang mengandung titanium.

Di Greenland selatan, proyek logam tanah jarang Tanbreez, yang dipimpin oleh Critical Metals Corp, berencana untuk membuka tambang di dekat Quaqortoq tahun ini, dengan operasi yang diharapkan dimulai tahun depan.

Baca Juga: 10 Fakta Mengejutkan tentang Nuuk, Salah Satunya Ibu Kota Terkecil di Dunia

4. Lebih Dekat ke New York

Greenland, yang memiliki populasi sekitar 57.000 jiwa, adalah wilayah otonom tetapi Kopenhagen mengendalikan penegakan hukum, kebijakan moneter, urusan luar negeri, pertahanan, dan kebijakan keamanannya.

Namun, dengan ibu kotanya yang lebih dekat ke New York daripada Kopenhagen, Greenland berada di "zona kepentingan" Amerika Serikat, kata sejarawan Astrid Andersen, dari Institut Studi Internasional Denmark, kepada AFP.

Selama Perang Dunia II, ketika Denmark diduduki oleh Jerman, "AS mengambil alih Greenland. Dalam arti tertentu mereka tidak pernah meninggalkannya," jelasnya.

Amerika Serikat memiliki satu pangkalan militer aktif di sana. Pangkalan ruang angkasa Pituffik digunakan selama Perang Dingin sebagai pos peringatan untuk kemungkinan serangan Soviet dan masih merupakan bagian penting dari infrastruktur pertahanan rudal AS.

5. Lokasi Strategis

Sebagai pulau Arktik yang dekat dengan Amerika Serikat, Kanada, dan Rusia, lokasi Greenland menjadikannya sangat penting secara strategis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
AS Lancarkan Serangan...
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Sasar Pertahanan Udara hingga Fasilitas Drone
Acuhkan Trump, Iran...
Acuhkan Trump, Iran Tak Kirim Delegasi ke Qatar untuk Berunding
Rekomendasi
IHSG Hari Ini Terjun...
IHSG Hari Ini Terjun Bebas 3,05% ke Level 5.643, Transaksi Cetak Rp15 Triliun
Hak Asuh Anak setelah...
Hak Asuh Anak setelah Perceraian : Siapa yang Paling Berhak Menurut Syariat?
Polri Kini Punya 54...
Polri Kini Punya 54 Jenderal Baru pada 2026 usai Kapolri Berikan Kenaikan Pangkat
Berita Terkini
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Menteri Israel Usulkan...
Menteri Israel Usulkan Rencana Relokasi Gaza yang Libatkan Mossad
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved