Gangster Mengamuk di Guatemala, Habisi 8 Polisi dan Kuasai Penjara

Senin, 19 Januari 2026 - 11:58 WIB
loading...
Gangster Mengamuk di...
Para gangster mengamuk di Guatemala. Mereka membunuh 8 petugas polisi dan menguasai beberapa penjara. Foto/via BSS News
A A A
ESCUINTLA - Para gangster di Guatemala telah membunuh delapan petugas polisi pada hari Minggu. Menurut pihak berwenang, serangan itu sebagai balas dendam setelah pemerintah menolak untuk memindahkan para pemimpin geng ke penjara dengan keamanan lebih rendah.

Pembunuhan terjadi di Ibu Kota Guatemala; Escuintla, dan daerah sekitarnya sehari setelah para narapidana yang berafiliasi dengan geng kriminal menyandera 46 orang di tiga penjara di seluruh negeri.

Polisi setempat mengeklaim sudah berhasil menguasai kembali salah satu penjara pada hari Minggu.

Baca Juga: China Hukum Mati 11 Anggota Keluarga Mafia Terkenal: Raup Rp23 Triliun dari Bisnis Kriminal

Dalam sebuah pernyataan yang menambah jumlah korban sebelumnya sebanyak satu orang, polisi Guatemala mengatakan: "Kami menyesalkan kematian delapan petugas dalam menjalankan tugas di tangan para penjahat."

Menteri Dalam Negeri Marco Antonio Villeda sebelumnya mengatakan dalam konferensi pers bahwa dia sangat sedih "atas pembunuhan pengecut terhadap petugas polisi oleh para teroris ini, sebagai tanggapan atas tindakan yang diambil negara Guatemala terhadap mereka."

Menurutnya, 10 petugas polisi lainnya terluka dalam serangan balasan, dan satu anggota geng diduga tewas.

Presiden Guatemala Bernardo Arevalo mengumumkan di X bahwa dia telah mengadakan rapat kabinet darurat pada hari Minggu untuk membuat “keputusan penting untuk menjaga keamanan.”

Kedutaan Besar AS di Guatemala menyarankan personelnya untuk berlindung di tempat dan menghindari kerumunan, sementara pemerintah menangguhkan sekolah pada hari Senin (19/1/2026).

Pada Minggu subuh, pasukan polisi yang didukung oleh tentara memasuki penjara keamanan maksimum Renovacion I di Escuintla, sekitar 75 kilometer (45 mil) selatan Kota Guatemala, menggunakan kendaraan lapis baja dan gas air mata.

Setelah 15 menit, mereka berhasil menguasai kembali penjara dan membebaskan para penjaga yang disandera, menurut saksi mata seorang fotografer AFP.

“Itu adalah operasi yang berlangsung tanpa korban jiwa di kedua pihak, dan kami berhasil menyelamatkan sembilan sandera yang berada di bawah kendali teroris ini,” kata Villeda.

Kementerian Dalam Negeri menerbitkan sebuah video di X yang menunjukkan petugas memborgol dan membawa pergi terduga pemimpin geng Barrio 18 di Guatemala, yang diidentifikasi oleh pihak berwenang sebagai Aldo Dupie alias El Lobo (Serigala). Dia mengenakan pakaian berlumuran darah.

Barrio 18 dan geng saingannya, Mara Salvatrucha (MS-13), dianggap bertanggung jawab atas sebagian besar perdagangan narkoba dan kekerasan kriminal yang melanda negara Amerika Tengah tersebut.

Washington telah menyatakan kedua kelompok tersebut sebagai organisasi teroris.

Sejak Sabtu pagi, para narapidana telah menyandera 45 penjaga dan seorang psikiater untuk memprotes pemindahan para pemimpin geng ke penjara keamanan maksimum.

Para anggota geng masih menyandera orang di dua penjara lainnya: 28 orang di Fraijanes II yang terletak di sebelah timur ibu kota Guatemala, dan sembilan orang di penjara Preventivo di pinggiran kota.

Villeda mengakui bahwa pemerintah sedang “bernegosiasi” untuk mengamankan pembebasan sandera, tetapi menegaskan bahwa negara “tidak akan tunduk kepada para penjahat ini.”

Menteri Pertahanan Henry Saenz mengatakan tentara “akan tetap berada di jalanan” untuk terus “membubarkan” kelompok-kelompok kriminal.

Sejak pertengahan tahun 2025, anggota geng telah melakukan pemberontakan di penjara untuk menuntut agar para pemimpin mereka ditahan dalam kondisi yang kurang ketat.

Pada bulan Oktober, otoritas Guatemala melaporkan bahwa 20 pemimpin geng Barrio 18 telah melarikan diri dari penjara. Hanya enam yang berhasil ditangkap kembali, sementara satu orang lainnya ditembak dan dibunuh.

Tingkat pembunuhan di Guatemala pada tahun 2025Angkanya adalah 16,1 per 100.000 penduduk, lebih dari dua kali lipat rata-rata global.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT,...
Ghana Sahkan RUU Anti-LGBT, Membela Gay Bakal Dipenjara 5 Tahun
Demi Tangkap Bandar...
Demi Tangkap Bandar Narkoba, Para Anggota Polisi Rela Berpakaian Wanita dan Menari
Eks PM Thailand Thaksin...
Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Dibebaskan dari Penjara, Korupsi tapi Dihukum Ringan
Ingin Buka Lagi Penjara...
Ingin Buka Lagi Penjara Alcatraz, Trump Minta Dana Rp2,6 Triliun
Viral, Eks Pangeran...
Viral, Eks Pangeran Andrew Duduk Lemas usai Dibebaskan dari Penjara Terkait Skandal Epstein
Anggota DPR Ini Dipenjara...
Anggota DPR Ini Dipenjara 8 Bulan karena Mengkritik Presiden
2 Polisi Dibacok OTK...
2 Polisi Dibacok OTK saat Sedang Bertugas, Gus Falah: Ancaman Serius terhadap Supremasi Hukum
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Iran Bersumpah Bikin...
Iran Bersumpah Bikin Pangkalan Militer AS di Timur Tengah seperti Neraka
Rekomendasi
Tiara Andini dan Alshad...
Tiara Andini dan Alshad Ahmad Sama-sama di Los Angeles, Warganet Ramai Berspekulasi
Ancaman PHK Masih Mengintai,...
Ancaman PHK Masih Mengintai, Said Iqbal: Dipicu Kenaikan Harga BBM dan Relokasi Pabrik
Bukan Perintah Menyerang,...
Bukan Perintah Menyerang, Ini Ayat Al-Quran yang Mengizinkan Perang
Berita Terkini
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved