Presiden Ini Menang Pilpres 7 Kali Berturut-turut, Rival Menuduhnya Curang

Minggu, 18 Januari 2026 - 08:48 WIB
loading...
Presiden Ini Menang...
Presiden Uganda Yoweri Kaguta Museveni menang pilpres lagi, yang digelar Kamis lalu. Ini jadi kemenangan pilpres untuk ketujuh kalinya secara berturut-turut. Foto/National Resitance Movement
A A A
KAMPALA - Presiden Uganda Yoweri Kaguta Museveni telah memenangkan pemilihan presiden (pilpres) untuk ketujuh kalinya secara berturut-turut setelah meraih 71,65 persen suara dalam pilpres hari Kamis. Hasil resmi pilpres tersebut diumumkan pada hari Sabtu, namun ditentang rival Museveni; Bobi Wine.

Menurut hasil akhir pilpres, Bobi Wine—yang sebelumnya dikenal sebagai musisi—memperoleh 24,72 persen suara. Wine, yang nama aslinya adalah Kyagulanyi Ssentamu, telah mengecam apa yang dia gambarkan sebagai proses pilpres yang tidak adil dan dugaan penculikan agen pemungutan suaranya.

Baca Juga: AS Menghukum Uganda karena Sahkan UU Hukuman Mati untuk LGBT

Dia mengatakan pihaknya telah menolak "hasil palsu" dan mendesak warga Uganda untuk melakukan protes damai sampai hasil yang sebenarnya diumumkan.

Wine mengatakan dia harus melarikan diri untuk menghindari penangkapan oleh pasukan keamanan yang menyerbu rumahnya pada Jumat malam. Partainya sebelumnya mengatakan dia dibawa pergi secara paksa dengan helikopter militer, tetapi polisi membantahnya.

Juru bicara polisi Kituuma Rusoke mengatakan Wine tidak ditangkap dan bebas meninggalkan rumahnya, tetapi ada akses terkontrol bagi orang lain yang mencoba masuk ke properti tersebut untuk mencegah orang menggunakan tempat tersebut untuk menghasut kekerasan.

Petugas pemilu menghadapi pertanyaan tentang kegagalan mesin identifikasi pemilih biometrik pada hari Kamis, yang menyebabkan penundaan dimulainya pemungutan suara di daerah perkotaan—termasuk ibu kota; Kampala—yang merupakan basis kuat oposisi.

Setelah mesin-mesin tersebut gagal, yang merupakan pukulan bagi aktivis pro-demokrasi yang telah lama menuntut penggunaannya untuk mengekang kecurangan, petugas pemilu menggunakan daftar pemilih manual. Kegagalan mesin-mesin tersebut kemungkinan akan menjadi dasar untuk setiap tantangan hukum terhadap hasil resmi.

Museveni mengatakan dia setuju dengan rencana komisi pemilu untuk kembali menggunakan catatan pendaftaran pemilih berbasis kertas setelah mesin biometrik gagal, tetapi Wine menuduh adanya kecurangan, mengeklaim bahwa ada "pengisian suara besar-besaran" dan bahwa agen pemungutan suara partainya diculik untuk memberikan keuntungan yang tidak adil kepada partai yang berkuasa.

Museveni (81) tetap berkuasa selama bertahun-tahun dengan mengubah aturan. Hambatan hukum terakhir untuk kekuasaannya—batasan masa jabatan dan usia—telah dihapus dari konstitusi, dan beberapa saingan potensial Museveni dipenjara atau disingkirkan. Dia belum mengatakan kapan dia akan pensiun.

Yusuf Serunkuma, seorang akademisi dan kolumnis untuk surat kabar lokal Observer, mengatakan kepada Associated Press pada hari Sabtu (17/1/2026) bahwa Wine tidak memiliki peluang melawan Museveni yang otoriter. "Dia telah cukup berhasil melemahkan oposisi," kata Serunkuma tentang Museveni. "Anda harus mengakui hal itu."

Bahkan dengan tantangan berani Wine, Museveni menghadapi "salah satu oposisi terlemah" dalam beberapa waktu terakhir, sebagian karena tokoh-tokoh oposisi tidak bersatu sementara Museveni adalah pemimpin tak terbantahkan dari partainya dan menikmati otoritas atas angkatan bersenjata, kata Serunkuma.

Pasukan keamanan selalu hadir sepanjang kampanye pilpres, dan Wine mengatakan pihak berwenang mengikutinya dan mengganggu pendukungnya, menggunakan gas air mata terhadap mereka. Dia berkampanye dengan mengenakan jaket anti peluru dan helm karena kekhawatiran akan keamanannya.

Uganda belum pernah menyaksikan transisi kekuasaan presiden secara damai sejak kemerdekaan dari pemerintahan kolonial Inggris enam dekade lalu.

Tokoh oposisi veteran Kizza Besigye, kandidat presiden empat kali, tetap berada di penjara setelah didakwa dengan pengkhianatan pada Februari 2025.

Riwayat Kekuasaan Presiden Uganda Yoweri Museveni

•Tahun 1986: Naik posisi menjadi presiden setelah menggulingkan pemerintah sebelumnya.

•Tahun 1996: Memenangkan pemilu pertamanya.

•Tahun 2001: Terpilih kembali untuk masa jabatan kedua.

•Tahun 2006: Terpilih lagi untuk masa jabatan ketiga.

•Tahun 2011: Terpilih lagi untuk masa jabatan keempat.

•Tahun 2016: Terpilih lagi untuk masa jabatan kelima.

•Tahun 2021: Terpilih untuk masa jabatan keenam, yang dikritik oleh pengamat internasional.

•Tahun 2026: Terpilih untuk masa jabatan ketujuh, tapi ditentang kubu rival.

(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Siapa Peter Magyar?...
Siapa Peter Magyar? Pengkhianat Rezim Viktor Orban yang Terpilih sebagai PM Hongaria
Memalak Rp17 Triliun...
Memalak Rp17 Triliun dan Wanita Tercantik Turki sebagai Istri, Siapa Sosok Jenderal Uganda Ini?
Lagi, Jenderal Uganda...
Lagi, Jenderal Uganda Janji Kerahkan 100.000 Tentara Bela Israel dan 500.000 Pemuda untuk Rebut Teheran
Pro-Zionis, Jenderal...
Pro-Zionis, Jenderal Tertinggi Uganda Sesumbar Gabung Perang Jika Israel Dikalahkan Iran
Siapa Yoweri Museveni?...
Siapa Yoweri Museveni? Mantan Bintang Pop yang Sudah Berkuasa 40 Tahun di Uganda
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Makin Brutal, Pemukim...
Makin Brutal, Pemukim Ilegal Israel Bakar 2 Masjid di Tepi Barat
Rekomendasi
Selain Dokter Tifa,...
Selain Dokter Tifa, Polda Metro Jaya Juga Tangkap Roy Suryo
AHWA dan Masa Depan...
AHWA dan Masa Depan Kepemimpinan NU
Meksiko vs Korea Selatan:...
Meksiko vs Korea Selatan: Duel Penentu ke Fase Gugur
Berita Terkini
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved