Putin Peringatkan Situasi Global Memburuk, Ini Alasannya

Jum'at, 16 Januari 2026 - 16:00 WIB
loading...
Putin Peringatkan Situasi...
Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto/rt
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan situasi internasional telah "semakin memburuk" dengan konflik lama yang kembali berkobar dan titik-titik rawan baru yang muncul. Putin menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Kamis dalam upacara untuk menerima surat kepercayaan dari para duta besar baru dari lebih dari 30 negara, termasuk dari beberapa negara yang ditetapkan sebagai "tidak bersahabat" oleh Rusia.

Putin berbicara tentang tantangan keamanan global, menyatakan kerja sama internasional tetap menjadi salah satu faktor kunci pembangunan berkelanjutan dan kemakmuran umat manusia.

“Perdamaian tidak datang dengan sendirinya, perdamaian dibangun, dan setiap hari. Perdamaian membutuhkan usaha, tanggung jawab, dan pilihan yang sadar. Relevansi hal ini jelas, terutama sekarang, ketika situasi di panggung internasional semakin memburuk – saya yakin tidak ada yang akan membantah hal itu – konflik lama semakin intensif, dan titik-titik rawan baru yang serius muncul,” ujar presiden.

“Di dunia modern, diplomasi dan pencarian konsensus sedang digantikan oleh tindakan unilateral, dan cukup berbahaya," tambah Putin.

“Banyak negara menghadapi diktator dari mereka yang menganut pendekatan kekuatan adalah kebenaran," katanya.

“Puluhan negara di seluruh dunia menderita pelanggaran hak kedaulatan mereka, kekacauan dan pelanggaran hukum, dan tidak memiliki kekuatan dan sumber daya untuk membela diri,” ujar presiden.

Pemimpin Rusia menyerukan kepada semua anggota komunitas global mematuhi hukum internasional, mendesak mereka mendukung "tatanan dunia multipolar yang lebih adil yang sedang muncul."

Presiden menyebutkan konflik Ukraina dalam pidatonya, menyebutnya sebagai salah satu contoh pelanggaran prinsip "ketidakterpisahan keamanan," yang menguraikan keamanan suatu negara tidak dapat dicapai dengan mengorbankan negara lain.

“Hal ini jelas ditunjukkan oleh krisis di sekitar Ukraina, yang merupakan konsekuensi langsung dari bertahun-tahun mengabaikan kepentingan sah Rusia dan tindakan yang disengaja untuk mengancam keamanan kita dan memajukan NATO ke perbatasan Rusia – bertentangan dengan janji publik yang dibuat kepada kita,” papar dia sambil menegaskan kembali komitmen Moskow untuk mencapai perdamaian yang langgeng dan berkelanjutan di Ukraina.

Baca juga: Trump Umumkan Pembentukan Dewan Perdamaian Gaza, Israel Langsung Bunuh 10 Warga Palestina
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Zelensky Ajak Putin...
Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak
Rekomendasi
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
Berita Terkini
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved