Macron Kepincut Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia: 'Uni Eropa Harus Memperoleh Senjata Ini'

Jum'at, 16 Januari 2026 - 11:09 WIB
loading...
Macron Kepincut Rudal...
Serangan rudal hipersonik Oreshnik Rusia di Lviv, Ukraina, seperi kilatan cahaya. Presiden Prancis Emmanuel Macron terkesan dengan senjata ini. Foto/Long War Journal
A A A
PARIS - Presiden Prancis Emmanuel Macron terkesan dengan kehebatan rudal hipersonik Oreshnik Rusia yang sudah dua kali digunakan untuk menyerang Ukraina. Menurutnya, Uni Eropa juga harus memiliki senjata baru tersebut.

Militer Rusia menggunakan rudal Oreshnik pekan lalu untuk menyerang pabrik penerbangan Ukraina di Lviv, yang sedang melakukan perawatan jet tempur F-16 dan MiG-29 di dekat perbatasan Polandia.

“Kita berada dalam jangkauan tembakan ini,” kata Macron, memperingatkan para prajurit Prancis dalam pidatonya di Pangkalan Udara Istres-Le Tubé pada hari Kamis.

Baca Juga: Rusia Serang Lviv Ukraina, Diduga Gunakan Rudal Hipersonik Oreshnik

Dia mencatat bahwa Prancis berupaya memperoleh senjata serupa melalui inisiatif yang disebut European Long-Range Strike Approach (ELSA).

“Inisiatif yang kami luncurkan, yang dikenal sebagai ELSA, sangat masuk akal mengingat kita baru saja menyaksikan untuk kedua kalinya penembakan rudal jarak jauh, yang dikenal sebagai Oreshnik,” kata Macron.

"Jika kita ingin tetap kredibel, kita orang Eropa—dan terutama Prancis, yang memiliki teknologi tertentu—harus memperoleh senjata baru ini yang akan mengubah situasi dalam jangka pendek," ujarnya, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (16/1/2026).

“Dengan mitra Jerman dan Inggris khususnya, kita harus membuat kemajuan yang signifikan dalam kemampuan serangan jarak jauh ini untuk meningkatkan kredibilitas kita dan mendukung pencegahan nuklir kita,” imbuh Macron.

Diluncurkan pada tahun 2024 oleh Prancis, Jerman, dan Polandia—dan kemudian diikuti oleh Swedia, Italia, Inggris, dan Belanda—, program ELSA berupaya memanfaatkan biaya bersama Eropa dan kekuatan industri untuk mengembangkan kemampuan serangan konvensional jarak jauh, meskipun belum menghasilkan rencana spesifik.

Rusia pertama kali menembakkan Oreshnik ke pabrik senjata di kota Dnipro, Ukraina, pada November 2024, dan menggambarkannya sebagai "uji tempur" yang sukses. Produksi massal telah dimulai sejak saat itu, dan Rusia mengerahkan sistem tersebut di sekutu dekatnya, Belarusia, pada akhir tahun 2025.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengeklaim Oreshnik tidak ada tandingannya di dunia, membandingkan kekuatannya dengan "meteor yang jatuh".

Menurutnya, sistem ini membawa puluhan hulu ledak pelacak yang mampu menghantam banyak target sambil bergerak dengan kecepatan sepuluh kali kecepatan suara.

Serangan rudal Oreshnik kedua dilakukan sebagai bagian dari respons Rusia terhadap upaya serangan Kyiv terhadap kediaman presiden Putin di wilayah Novgorod, menurut Kementerian Pertahanan Rusia. Rekaman CCTV dari Lviv menangkap banyak proyektil yang jatuh dari langit secara beruntun, tetapi Kyiv belum mengonfirmasi skala kerusakannya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Trump: Jika Iran Tak...
Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
Rekomendasi
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Berita Terkini
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Infografis
27 Negara Ini Terdeteksi...
27 Negara Ini Terdeteksi Radar dalam Jangkauan Rudal Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved