Tikam China, AS Bakal Jual Tujuh Sistem Senjata Utama ke Taiwan
Rabu, 16 September 2020 - 18:18 WIB
loading...
A
A
A
Menurut sumber di industri pertahanan dan kongres drone yang dapat melakukan pengawasan dan penargetan, ditambah dengan rudal canggih dan pertahanan pesisir yang mencakup ranjau pintar dan kemampuan anti-kapal selam untuk menghalangi invasi laut, telah dibahas di tingkat tertinggi untuk membuat Taiwan lebih sulit diserang, seperti sebuah "landak."
Sistem roket High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) buatan Lockheed Martin, yang pada dasarnya adalah peluncur roket berbasis truk, adalah salah satu senjata yang diinginkan Taiwan, kata orang-orang yang mengetahui negosiasi tersebut. Taiwan juga berusaha untuk membeli rudal anti-tank yang canggih.
Pada awal Agustus, Reuters melaporkan bahwa Washington sedang merundingkan penjualan setidaknya empat drone udara canggihnya yang besar ke Taiwan dengan harga sekitar USD600 juta.
Juga yang didiskusikan adalah rudal anti-kapal Harpoon berbasis darat buatan Boeing untuk berfungsi sebagai pertahanan pantai melawan rudal jelajah.
"Sistem lain termasuk ranjau laut bawah air dan kemampuan lain untuk mencegah pendaratan amfibi, atau serangan langsung," kata duta besar de facto Taiwan untuk Amerika Serikat pada Juli lalu.
Terkait laporan ini Kantor Perwakilan Ekonomi dan Budaya Taipei di Amerika Serikat tidak menanggapi permintaan komentar.
Sistem roket High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) buatan Lockheed Martin, yang pada dasarnya adalah peluncur roket berbasis truk, adalah salah satu senjata yang diinginkan Taiwan, kata orang-orang yang mengetahui negosiasi tersebut. Taiwan juga berusaha untuk membeli rudal anti-tank yang canggih.
Pada awal Agustus, Reuters melaporkan bahwa Washington sedang merundingkan penjualan setidaknya empat drone udara canggihnya yang besar ke Taiwan dengan harga sekitar USD600 juta.
Juga yang didiskusikan adalah rudal anti-kapal Harpoon berbasis darat buatan Boeing untuk berfungsi sebagai pertahanan pantai melawan rudal jelajah.
"Sistem lain termasuk ranjau laut bawah air dan kemampuan lain untuk mencegah pendaratan amfibi, atau serangan langsung," kata duta besar de facto Taiwan untuk Amerika Serikat pada Juli lalu.
Terkait laporan ini Kantor Perwakilan Ekonomi dan Budaya Taipei di Amerika Serikat tidak menanggapi permintaan komentar.
(ber)
Lihat Juga :